Jakarta, iNBrita.com – Dunia memperingati Hari Guru Sedunia setiap 5 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi peran guru sekaligus membahas perkembangan profesi pendidik di tengah perubahan dunia pendidikan.
Awal Peringatan Hari Guru Sedunia
UNESCO bersama Organisasi Buruh Internasional (ILO), UNICEF, dan Education International mulai memperingati Hari Guru Sedunia pada 1994. Peringatan tersebut merujuk pada Rekomendasi ILO/UNESCO tentang Status Guru yang lahir pada 1966.
Tahun 2026 memiliki makna khusus karena menandai 60 tahun lahirnya rekomendasi tersebut. Selama enam dekade, dunia pendidikan mengalami berbagai perubahan yang turut memengaruhi tugas dan tanggung jawab guru.
Tantangan Guru di Tengah Perubahan Zaman
Perkembangan teknologi digital, perubahan iklim, pendidikan inklusif, migrasi, dan perpindahan penduduk menghadirkan tantangan baru bagi tenaga pendidik.
Kondisi tersebut menuntut guru untuk mengembangkan kompetensi dan menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan zaman.
Tiga Dimensi Status Guru
Dalam konteks tersebut, UNESCO menyoroti tiga aspek yang menentukan kedudukan guru, yakni status simbolis, profesional, dan material.
Status simbolis berkaitan dengan penghargaan masyarakat terhadap profesi guru. Pengakuan terhadap peran pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga martabat profesi tersebut.
Sementara itu, status profesional mencakup kewenangan, dukungan, pengembangan kompetensi, serta keterlibatan guru dalam menentukan kebijakan pendidikan.
Pada aspek material, pemerintah perlu memperhatikan kesejahteraan guru melalui penghasilan yang layak, beban kerja yang proporsional, dan lingkungan kerja yang mendukung pelaksanaan tugas.
Tema Hari Guru Sedunia 2026
Hari Guru Sedunia 2026 mengusung tema “Standing with teachers: 60 years of protecting the profession, advancing its status and shaping our futures.”
Tema tersebut menekankan pentingnya perlindungan terhadap profesi guru sekaligus mendorong peningkatan status pendidik dalam kehidupan masyarakat.
Pelibatan Guru dalam Kebijakan Pendidikan
Melalui tema tahun ini, UNESCO mengajak pembuat kebijakan untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi profesi guru.
Guru juga perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan pandangan dan berkontribusi dalam menentukan arah kebijakan pendidikan. Langkah tersebut dapat membantu menciptakan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
UNESCO akan menggelar perayaan tingkat global di Markas Besar UNESCO. Kegiatan tersebut akan menghadirkan diskusi tingkat tinggi yang membahas perlindungan dan peningkatan status profesi guru.
Selain diskusi, UNESCO juga akan memberikan UNESCO-Hamdan Prize for Teacher Development edisi kesembilan. Penghargaan ini mengapresiasi berbagai inisiatif yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan guru dan peningkatan kualitas pendidikan.
Menatap Masa Depan Profesi Guru
Peringatan 60 tahun Rekomendasi ILO/UNESCO 1966 menjadi kesempatan bagi dunia untuk melihat kembali posisi guru dalam sistem pendidikan.
Penguatan profesionalisme, kesejahteraan, dan penghargaan terhadap pendidik menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Guru tidak hanya menjalankan proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga berperan dalam mempersiapkan generasi menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan berbagai tantangan global.
(eny)









