Kinerja Kuartal I 2026: Perusahaan Dorong Penjualan, Laba Menyusut
Jakarta, iNBrita.com — PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk membukukan kenaikan penjualan pada kuartal I 2026, tetapi perusahaan menghadapi tekanan laba.
Perusahaan meraih penjualan Rp21,71 triliun hingga Maret 2026, naik sekitar 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp20,19 triliun. Namun, perusahaan mencatat penurunan laba bersih 3% menjadi Rp2,57 triliun dari Rp2,66 triliun.
Perusahaan meningkatkan beban pokok penjualan menjadi Rp14,16 triliun. Meski demikian, perusahaan tetap mencetak kenaikan laba bruto 3,49% menjadi Rp7,54 triliun dari Rp7,29 triliun.
Perusahaan juga menaikkan beban operasional. Perusahaan mengeluarkan Rp2,21 triliun untuk beban penjualan dan distribusi, serta Rp825 miliar untuk beban umum dan administrasi. Di sisi lain, perusahaan mencatat penurunan tajam pendapatan operasi lain menjadi Rp208,97 miliar dari Rp749,46 miliar.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan mencatat penurunan laba usaha sekitar 10% menjadi Rp4,62 triliun. Namun, perusahaan masih menjaga marjin laba usaha di kisaran 21,3%.
Direktur Utama sekaligus CEO ICBP, Anthoni Salim, menegaskan bahwa perusahaan tetap menjaga kinerja di tengah tantangan ekonomi.
Ia menyatakan bahwa perusahaan akan terus mengantisipasi gejolak makroekonomi dan mempercepat adaptasi untuk menangkap peluang pertumbuhan serta memperkuat daya saing.
Posisi Keuangan: Perusahaan Perkuat Aset dan Likuiditas
Perusahaan meningkatkan total aset menjadi Rp140,15 triliun hingga Maret 2026 dari Rp135,54 triliun pada akhir 2025.
Perusahaan juga menaikkan ekuitas menjadi Rp77,02 triliun dan liabilitas menjadi Rp63,13 triliun. Selain itu, perusahaan memperbesar kas dan setara kas menjadi Rp30,5 triliun dari Rp29,21 triliun.
Kinerja 2025: Perusahaan Cetak Pertumbuhan Laba Kuat
Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan kinerja yang solid. Perusahaan meraih penjualan Rp74,85 triliun, naik 3% dari tahun sebelumnya.
Perusahaan meningkatkan laba bersih sebesar 30% menjadi Rp9,22 triliun dari Rp7,08 triliun.
Namun, perusahaan juga menghadapi kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp48,49 triliun, yang menekan laba bruto menjadi Rp26,36 triliun.
Perusahaan tetap meningkatkan laba usaha menjadi Rp16,66 triliun dengan marjin stabil di level 22,3%. Di sisi lain, perusahaan mencatat penurunan core profit 4% akibat kenaikan biaya bahan baku.
Perusahaan juga meningkatkan laba per saham dasar menjadi Rp791 dari Rp607.
Strategi Bisnis: Perusahaan Fokus Inovasi dan Ekspansi
Manajemen ICBP menegaskan akan terus mengembangkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Perusahaan juga memperluas jangkauan pasar di dalam dan luar negeri serta meningkatkan efisiensi operasional untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
(eny)









