Jakarta, iNBrita.com – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Menteri Tawfiq F. Al-Rabiah menyambutnya di Riyadh, Minggu (19/10), dalam upaya memperkuat kerja sama kedua negara dalam peningkatan layanan haji dan umrah serta penerapan standar kesehatan jamaah (istithaah).
Dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025), Tawfiq Al-Rabiah memuji langkah Indonesia membentuk Kementerian Haji dan Umrah. Ia juga berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas inisiatif meningkatkan pelayanan bagi jamaah.
Kedua menteri sepakat menyelenggarakan Haji 2026 secara lebih aman, sehat, dan bermartabat dengan membentuk Joint Operation Group untuk memantau operasional haji secara real time.
Dalam pertemuan itu, Irfan Yusuf menyoroti penempatan sebagian jamaah Indonesia di zona 5. Pihak Saudi menjelaskan kebijakan tersebut muncul akibat peningkatan layanan, sementara Indonesia berkomitmen menyesuaikan transportasi dan fasilitas agar jamaah tetap nyaman.
Arab Saudi menegaskan pentingnya istithaah kesehatan dan akan melakukan pemeriksaan acak terhadap jamaah mulai 2026. Jamaah yang tidak memenuhi syarat akan dipulangkan, dan penyelenggara yang melanggar aturan akan disanksi. Selain itu, pemerintah Saudi mengingatkan bahwa penyembelihan dam hanya sah dilakukan melalui lembaga resmi “Adahi”.
Kedua menteri menutup pertemuan dengan komitmen memperkuat tata kelola haji yang profesional dan berorientasi pada jamaah. Kerja sama ini menegaskan hubungan erat Indonesia dan Arab Saudi dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang tertib, aman, dan bermartabat bagi jamaah Indonesia.














