FJakarta, iNBrita,com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade mendatangi Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, untuk menemui langsung warga terdampak galodo atau banjir bandang. Ia ingin memastikan masyarakat mendapat perhatian dan bantuan nyata pascabencana.
Dalam kunjungan tersebut, Andre meninjau langsung kerusakan parah di sejumlah titik. Ia juga mendatangi Jorong Bancah, lokasi terdampak paling berat, tempat galodo menewaskan satu warga dan Andremenyebabkan dua orang lainnya masih hilang.
Andre memulai kegiatan di Kantor Wali Nagari Maninjau. Ia hadir bersama Anggota DPR RI Dapil Sumbar II Ade Rezki Pratama, Anggota DPRD Kabupaten Agam Novi Irwan, serta Sekretaris Jenderal DPP IKM Braditi Moulevey. Kehadiran mereka memberikan d5550mukungan moral bagi warga yang tengah menghadapi masa sulit.
Dalam kesempatan itu, Andre menyalurkan 2.000 paket sembako kepada masyarakat terdampak. Ia juga menyerahkan lima unit genset berkapasitas 6.000 watt untuk membantu kebutuhan listrik warga di tengah keterbatasan pascabencana.
Ade Rezki Pratama menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir bandang tersebut. Ia mengungkapkan simpati kepada keluarga korban dan menyerahkan bantuan sembako serta bantuan lainnya sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat.
Wali Nagari Maninjau, Harmen Yasin, menjelaskan bahwa galodo terjadi pada 27 November 2025. Bencana itu menimbulkan kerusakan sangat serius di wilayahnya. Ia menyebut empat sungai yang meluap sebagai pemicu utama banjir bandang.
Keempat sungai tersebut yaitu Batang Muaro Pisang, Batang Balok, Batang Tumayo, dan Batang Limau Sundai. Luapan air membawa lumpur, pasir, dan bebatuan dalam jumlah besar hingga menumpuk di berbagai lokasi dan belum tertangani secara maksimal.
Kondisi ini terus mengancam keselamatan warga. Setiap hujan turun, warga merasa cemas akan potensi galodo susulan. Sebagian warga bahkan memilih tetap mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar.
Menanggapi kondisi itu, Andre langsung mengambil langkah cepat. Ia menghubungi Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V), Naryo Widodo, dan meminta agar balai sungai segera turun ke lAndreapangan.
“Kita minta balai segera turun ke lapangan,” tegas Andre dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).
Andre juga meminta agar alat berat segera dikerahkan untuk mengeruk dan menormalisasi keempat sungai tersebut guna mencegah bencana susulan.
Pemerintah nagari menyambut baik langkah tersebut. Harmen Yasin mengapresiasi perhatian dan respons cepat yang ditunjukkan Andre. Ia menilai kehadiran langsung dan tindakan konkret sangat dibutuhkan masyarakat dalam situasi darurat.
Saat bertemu warga, Andre menegaskan bahwa bantuan yang ia salurkan merupakan wujud empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut dapat menguatkan semangat warga Maninjau untuk bangkit.
Andre juga menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menyebutkan bahwa Presiden belum sempat mengunjungi lokasi bencana, namun berencana datang pada waktu yang tepat.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan dukungan APBN, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran perbaikan infrastruktur di Sumatera Barat, termasuk Maninjau. Pemerintah akan menggunakan anggaran tersebut untuk memperbaiki jalan, jembatan, tempat ibadah, dan jaringan irigasi.
Andre menegaskan kembali pentingnya percepatan pengerukan lumpur dan normalisasi sungai. Ia meminta pemerintah daerah dan Balai Sungai bekerja maksimal hingga tuntas demi keselamatan warga dan pemulihan kehidupan masyarakat Maninjau.
(VVR*)










