Jakarta, iNBrita.com — Presiden Prabowo Subiantodi desak GPCI segera mengerahkan kementerian perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri membantu pembebasan sembilan warga negara Indonesia (WNI) Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Dalam pernyataannya, GPCI kepada Prabowo menegaskan bahwa sembilan WNI tersebut terdiri atas lima aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis. Selain itu, mereka ikut bergabung dalam armada yang berangkat dari Turki untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Sementara itu, pihak GPCI menyebut pasukan Israel mencegat rombongan flotilla tersebut pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dengan demikian, pasukan Israel menghentikan sejumlah kapal di tengah perjalanan sebelum mereka mencapai tujuan.
Lebih lanjut, GPCI mengklaim pasukan Israel menahan sekitar 40 kapal serta mengamankan 332 aktivis dan jurnalis dari berbagai negara. Oleh karena itu, GPCI meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik karena mereka menilai kondisi para tahanan semakin mendesak.
Di sisi lain, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendukung langkah pemerintah untuk bergerak cepat dalam melindungi dan menyelamatkan WNI yang terlibat dalam misi tersebut. Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah perlu menjalankan upaya diplomatik sesuai dengan konstitusi Indonesia.
Hingga saat ini, berbagai pihak terus mendorong pemerintah agar mempercepat langkah diplomatik sehingga para WNI memperoleh kepastian status dan segera mendapatkan pembebasan.
(eny)









