JAKARTA, iNBrita.com — Pemerintah Iran memberikan izin kepada sejumlah kapal China untuk melintasi Selat Hormuz mulai Rabu (13/5) malam waktu setempat. Kebijakan ini muncul di tengah perhatian dunia terhadap jalur strategis yang sensitif di Timur Tengah tersebut.
Media Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa Angkatan Laut Iran mengelola langsung proses transit melalui skema khusus yang ditetapkan Teheran. Iran tidak membiarkan pelayaran berlangsung bebas, tetapi mengaturnya dengan protokol resmi.
Tasnim juga menyebut Iran mengambil keputusan itu setelah menerima permintaan dari Beijing. Setelah itu, Iran memulai proses pelayaran pada Rabu malam setelah kedua pihak menyepakati mekanisme pengaturan transit.
Namun, belum ada rincian soal jumlah kapal maupun jenis kapal yang melintas. Pemerintah China juga belum memberikan pernyataan resmi, sehingga informasi ini masih berasal dari media Iran.
Selat Hormuz memiliki peran penting secara global karena menjadi jalur utama ekspor minyak dari negara Teluk. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati wilayah ini setiap hari.
Karena itu, setiap perubahan di Selat Hormuz dapat memengaruhi harga energi global dan perdagangan internasional.
Sementara itu, Iran dan China terus memperkuat hubungan dalam beberapa tahun terakhir. Keduanya meningkatkan kerja sama di bidang energi, perdagangan, dan strategi, terutama di tengah sanksi Barat terhadap Iran.









