China Jatuhkan Hukuman Berat untuk Eks Menteri Pertahanan

China Jatuhkan Hukuman Berat untuk Eks Menteri Pertahanan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wei Fenghe (Foto: REUTERS/Feline Lim/File Photo/File Photo)

Wei Fenghe (Foto: REUTERS/Feline Lim/File Photo/File Photo)

Beijing , iNBrita.comPengadilan militer China menjatuhkan hukuman mati kepada dua mantan Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, setelah keduanya terbukti melakukan korupsi dan penyuapan di lingkungan militer.

Pengadilan mengumumkan putusan tersebut pada Kamis, 7 Mei 2026. Namun, hakim memberikan masa penangguhan hukuman selama dua tahun kepada keduanya. Setelah masa itu berakhir, pemerintah China akan mengubah hukuman mati menjadi penjara seumur hidup tanpa kesempatan pengurangan hukuman maupun pembebasan bersyarat.

Selain itu, pengadilan langsung menyita seluruh aset pribadi milik Wei Fenghe dan Li Shangfu. Langkah tersebut mempertegas sikap keras pemerintah China terhadap praktik korupsi di tubuh militer.

Wei Fenghe dan Li Shangfu Terbukti Terima Suap

Kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan bahwa kedua mantan pejabat tinggi itu menerima suap dalam jumlah besar selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Penyelidik juga menemukan praktik penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Wei Fenghe memimpin Kementerian Pertahanan China pada periode 2018 hingga 2023. Setelah itu, pemerintah menunjuk Li Shangfu sebagai penggantinya pada Maret 2023.

Namun, Li Shangfu hanya menjabat dalam waktu singkat. Pemerintah China memberhentikannya pada Oktober 2023 setelah ia menghilang dari publik selama beberapa bulan. Kehilangannya kemudian memicu berbagai spekulasi mengenai penyelidikan internal terhadap dirinya.

Baca Juga :  Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Warga

Menurut laporan Xinhua yang dikutip Reuters, Li Shangfu menerima suap dalam jumlah besar dan memberikan keuntungan kepada pihak tertentu demi kepentingan pribadi. Penyelidik juga menilai Li gagal menjalankan tanggung jawab politik sebagai pejabat negara.

Sementara itu, penyidik menemukan Wei Fenghe menerima uang dan barang berharga sebagai suap. Ia juga membantu sejumlah pihak mendapatkan keuntungan tidak sah, termasuk dalam proses pengaturan jabatan di lingkungan militer.

Xi Jinping Perkuat Kampanye Antikorupsi

Kasus ini muncul ketika Presiden China, Xi Jinping, terus memperkuat kampanye pemberantasan korupsi di lingkungan militer dan pemerintahan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China mencopot banyak pejabat militer senior karena dugaan korupsi.

Pada Februari 2026, Xi Jinping kembali menegaskan komitmennya memberantas korupsi di tubuh militer. Ia menyatakan bahwa militer China telah mengalami “penempaan revolusioner” melalui perjuangan melawan korupsi.

Selain itu, pemerintah China baru-baru ini juga mencopot jenderal senior Zhang Youxia dari jabatannya sebagai bagian dari pembersihan internal militer.

Sejak memimpin China pada 2013, Xi Jinping terus menjalankan kampanye antikorupsi berskala besar. Pemerintah China menyebut langkah itu sebagai upaya membersihkan birokrasi dan militer dari praktik suap serta penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga :  Ronaldo Protes, Al Nassr Dapat Perlakuan Tidak Adil

Meski begitu, sejumlah pengkritik menilai Xi Jinping juga memanfaatkan kampanye tersebut untuk menyingkirkan lawan politik di internal Partai Komunis China.

Deretan Kasus Korupsi Pejabat China

Sebelumnya, pada September 2025, pengadilan China juga menjatuhkan hukuman mati dengan penangguhan dua tahun kepada mantan Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China, Tang Renjian, dalam kasus suap.

Pengadilan menyatakan Tang menerima uang tunai dan properti senilai lebih dari 268 juta yuan atau sekitar Rp627 miliar selama menduduki berbagai jabatan pemerintahan sejak 2007 hingga 2024.

Selain itu, pada 2017, Jenderal Zhang Yang dilaporkan bunuh diri ketika penyidik memeriksa dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi militer. Saat itu, Zhang Yang menjabat sebagai anggota Komite Sentral Militer China dan menjadi salah satu perwira tinggi paling berpengaruh di negara tersebut.

Sejak memulai kampanye antikorupsi pada 2012, pemerintah China telah menyeret lebih dari 1,5 juta pejabat Partai Komunis China, termasuk petinggi militer, ke berbagai kasus korupsi.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Tanker China Diserang di Selat Hormuz
WHO Investigasi Wabah Hantavirus di Kapal Atlantik
Chelsea Akhiri Kerja Sama Maresca Konflik Internal
Dua Karya Indonesia Tampil di Biennale Venesia 2026
Presiden Prabowo Disambut Meriah Diaspora Indonesia di Filipina
Sewa Kursi Roda Masjidil Haram untuk Jemaah Haji
AS Klaim Damai Kian Dekat, Tunggu Respons Iran
AS Jalankan Project Freedom di Selat Hormuz
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:00 WIB

China Jatuhkan Hukuman Berat untuk Eks Menteri Pertahanan

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WIB

Kapal Tanker China Diserang di Selat Hormuz

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:00 WIB

WHO Investigasi Wabah Hantavirus di Kapal Atlantik

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:00 WIB

Chelsea Akhiri Kerja Sama Maresca Konflik Internal

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:00 WIB

Dua Karya Indonesia Tampil di Biennale Venesia 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi konten digital.(SHUTTERSTOCK/METAMORWORKS)

Pendidikan

Konten Pendek Memicu Ilusi Pengetahuan Publik

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:00 WIB

Wei Fenghe (Foto: REUTERS/Feline Lim/File Photo/File Photo)

Internasional

China Jatuhkan Hukuman Berat untuk Eks Menteri Pertahanan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:00 WIB

Foto Ilustrasi  Tanaman rimbun di halaman rumah yang dapat menarik ular datang.

Pendidikan

Waspada Tanaman Hias yang Mengundang Ular Datang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:00 WIB

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.(SHUTTERSTOCK/DAVID CARILLET)

Ekonomi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Kuartal Pertama

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:00 WIB

Makanan dan minuman serba matcha. (Foto: ChatGPT)

Kuliner

Tujuh Kuliner Kekinian 2026 Favorit Anak Muda Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:00 WIB