Jenis Atap Rumah yang Aman Saat Hujan Angin

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengecekan atap rumah untuk mencegah kerusakan akibat hujan dan angin kencang.

Ilustrasi pengecekan atap rumah untuk mencegah kerusakan akibat hujan dan angin kencang.

Jakarta, iNBrita.com — Beberapa wilayah di Indonesia kini diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan cuaca ekstrem ini terjadi karena Indonesia sedang memasuki masa peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke musim hujan.

Salah satu dampak yang sering muncul saat hujan angin adalah atap rumah rusak atau terlepas.

Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, mengingatkan agar pemilik rumah rutin memeriksa kondisi atap, terutama pada musim hujan seperti sekarang. Ia menilai material ringan seperti spandek, seng, dan asbes mudah rusak atau terangkat oleh angin kencang.

“Lebih baik gunakan genteng tanah liat atau beton karena bobotnya lebih berat dan lebih kuat,” ujarnya.

Bagi yang mencari alternatif kuat namun lebih terjangkau, Wildan menyarankan memakai atap UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride). Material ini terbuat dari plastik padat yang tahan lama dan tidak mudah patah.

“Mungkin pilih UPVC single layer, karena tipe double layer lebih mahal. Bisa juga spandek, asal pemasangannya benar, itu tetap aman,” kata Wildan, Rabu (29/10/2025).

Ciri Atap Rentan Terlepas Saat Angin Kencang

Wildan menjelaskan, tanda paling mudah dikenali yaitu atap berbunyi berisik atau bergetar setiap kali tertiup angin.
“Biasanya terdengar seperti mau lepas, goyang-goyang gitu,” jelasnya.

Untuk mencegah kerusakan, Wildan menyarankan:

  1. Periksa baut pengikat — pastikan tidak longgar.

  2. Cek retakan atau celah bocor — celah kecil bisa memicu retakan besar saat diterpa angin dan hujan.

  3. Lakukan pengecekan rutin — karena sering kali pemilik rumah tidak menyadari tanda-tanda awal kerusakan.

“Yang penting itu pengecekan berkala, biar nggak terlambat,” tutupnya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Ampuh Usir Laron di Rumah Tanpa Lampu Mati
Hunian Bellefont Gading Serpong Bergaya Prancis yang Diminati
Istana Praha, Kompleks Kerajaan Megah di Republik Ceko
Cara Menata Furnitur Agar Ruangan Rapi Nyaman
Misteri Rumah Hantu Minxiong Paling Angker Taiwan
KPR Renovasi Rumah, Solusi Cepat tapi Mahal
Inspirasi Desain Ruang Keluarga Sempit yang Stylish
Alasan Orang Jepang Tidur di Lantai Futon
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 November 2025 - 03:00 WIB

Cara Ampuh Usir Laron di Rumah Tanpa Lampu Mati

Minggu, 16 November 2025 - 20:30 WIB

Hunian Bellefont Gading Serpong Bergaya Prancis yang Diminati

Rabu, 12 November 2025 - 19:30 WIB

Istana Praha, Kompleks Kerajaan Megah di Republik Ceko

Rabu, 12 November 2025 - 19:00 WIB

Cara Menata Furnitur Agar Ruangan Rapi Nyaman

Rabu, 12 November 2025 - 18:30 WIB

Misteri Rumah Hantu Minxiong Paling Angker Taiwan

Berita Terbaru

Foto sertifikat tanah milik almarhumah Sri Anteng Rahayu .

SUNGAI PENUH

Sertifikat Tanah Hilang, Khatmi Berharap Penemu Mengembalikan

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

 Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Ambruk 10,76%

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB

BEI menyiapkan klarifikasi dengan MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.(Foto : liputan6.com)

Ekonomi

BEI Tanggapi MSCI, Investor Cermati Perubahan Status Pasar

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi warga menggunakan masker di tengah kabut asap akibat karhutla.( Foto AI Inbrita)

Kesehatan

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:00 WIB