Home / Lifestyle

Senin, 28 April 2025 - 20:38 WIB

Kritik Aura Cinta Diapresiasi ,Dedi Mulyadi Minta Lebih Objektif

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Apresiasi Kritik Aura Cinta ( You tube Dedi Mulyadi)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Apresiasi Kritik Aura Cinta ( You tube Dedi Mulyadi)

InBrita.com, Jakarta – Aura Cinta yang berani mengkritik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait kebijakan larangan acara perpisahan sekolah mendapat apresiasi dari Dedi Mulyadi .

Aura Cinta, yang berani mengkritik kebijakan larangan acara perpisahan sekolah.
Namun, Dedi juga mengingatkan agar kritik yang disampaikan tetap objektif dan melihat kondisi sosial.

Dedi mengatakan sangat paham mengapa kritikan Aura Cinta di tanggapi negatif oleh warganet menanggapi, kebijakan pemerintah provinsi mengeluarkan larangan hanya ingin meringankan beban finansial orang tua murid yang kesulitan dalam ekonomi.

“Terima kasih sudah kritik saya, kenapa kritik di-bully, karena orang lagi susah-susah cari duit, nggak mampu bayar wisuda, perpisahan, ini teriak-teriak pengen wisuda,” ujar Dedi Mulyadi dalam sebuah video yang diunggah ke kanal YouTube pribadinya pada 26 April 2025.

Baca juga :   Indonesia Turunkan 15 Wakil di Australia Open 2025

Dedi bertanya tentang rencana pendidikan Aura ke depan. Aura dengan tegas menjawab,
“Universitas Indonesia, pak, filsafat.”

Mendengar jawaban itu, Dedi tersenyum dan berkata,”Baguslah, orang filsafat kan pintar-pintar, lebih pintar dari saya.”

Suasana kemudian mencair ketika ibu dari Aura meminta maaf atas pernyataan anaknya di hadapan Dedi.

Namun, Dedi menanggapi permintaan maaf itu dengan lapang dada dan menegaskan bahwa perdebatan mereka tak akan mempengaruhi bentuk bantuan yang diberikan.

Seperti diketahui, cerita debat berawal kala Pemprov Jawa Barat tetap memberikan bantuan Rp10 juta agar Aura Cinta dan keluarganya bisa cari kontrakan setelah rumah mereka dirobohkan.

Rumah itu dirobohkan karena berdiri di lahan milik pemerintah di atas bantaran sungai.
Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu mereka mencari kontrakan baru setelah rumahnya, yang berdiri di atas lahan milik pemerintah di bantaran Sungai Bekasi, harus dibongkar.

Baca juga :   Toko Buku Citra Panen Pembeli Tahun Ajaran Baru

Sebelumnya, dalam forum pertemuan itu, Aura Cinta mengkritik larangan wisuda dan acara perpisahan sekolah, yang menurutnya penting sebagai momen kenangan dengan teman-teman sekolah.

Meskipun begitu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa inti kenangan tidak terletak pada seremoni wisuda, melainkan pada perjalanan belajar selama bertahun-tahun.

“Kalau tanpa perpisahan, memang kehilangan kenangan? Kenangan bukan pada saat perpisahan, tapi kenangan indah itu saat proses belajar selama tiga tahun,” tegas Dedi.

Lebih jauh, Dedi menekankan bahwa konsep wisuda seharusnya hanya diterapkan di jenjang perguruan tinggi, bukan di tingkat TK, SD, SMP, atau SMA.
Sumber : Kompas.com
(***)

Berita ini 61 kali dibaca

Share :

Baca Juga

"Lampu depan rumah menyala terus meski siang hari."

Lifestyle

Strategi Aman Menyalakan Lampu Rumah Saat Ditinggal Liburan

Lifestyle

Minum Kopi Tanpa Gula Kapan Sebaiknya
Secangkir kopi hitam tanpa gula di atas meja kayu, minuman sehat kaya manfaat.

Lifestyle

Rahasia Sehat Minum Kopi Hitam Tanpa Gula
Spons cuci piring berwarna kuning dan hijau di dapur

Lifestyle

Kesalahan Pakai Spons Cuci Piring Bisa Bahayakan Kesehatan
Rumah A-Frame dengan atap segitiga curam dan dinding kayu alami

Lifestyle

Desain Rumah A-Frame Jadi Tren Hunian Modern Indonesia
Polisi India Santosh Patel bertemu kembali dengan penjual sayur Salman Khan setelah bertahun-tahun berpisah.

Lifestyle

Polisi Temukan Penjual Sayur yang Pernah Menolongnya
Seorang pelanggan memotong steak di restoran sambil menikmati hidangan dengan kentang goreng dan saus di atas meja.

Lifestyle

Restoran Gunakan Trik Psikologis, Pelanggan Pesan Lebih Banyak
Es Americano Populer di Korea Selatan. Kini Americano

Lifestyle

Americano: Kopi Ringan, Sejarah, dan Gaya Hidup