Jakarta, iNBrita.com – Banyak orang langsung memikirkan ular atau kalajengking saat membahas hewan berbisa. Namun, satu primata kecil yang tampak lucu justru menyimpan bisa berbahaya. Hewan tersebut adalah kukang.
Primata memiliki kecerdasan dan kemampuan fisik untuk bertahan hidup di alam liar. Dari sekitar 500 spesies primata di dunia, hanya satu spesies yang memiliki bisa, yaitu kukang.
Kukang, Satu-Satunya Primata Berbisa
Kukang menjadi satu-satunya primata berbisa di dunia. Racun yang dihasilkannya menempatkan kukang dalam kelompok mamalia berbisa bersama platipus, beberapa jenis tikus curut, dan tikus tanah Eropa.
Kukang termasuk dalam genus Nycticebus yang terdiri dari beberapa spesies. Hewan ini aktif pada malam hari dan hidup di pepohonan Asia Tenggara. Sebagai hewan nokturnal, kukang memiliki mata besar yang membantu mereka berburu serangga dan hewan kecil lainnya.
Setiap spesies kukang memiliki ukuran tubuh yang berbeda. Secara umum, panjang tubuh kukang berkisar antara 20 hingga 38 sentimeter.
Fungsi Bisa pada Kukang
Meski terlihat menggemaskan, kukang mampu meracuni mangsa melalui gigitannya. Sebelum menyerang, kukang menjilati ketiaknya untuk mengambil minyak dari kelenjar brakial.
Minyak tersebut bercampur dengan air liur dan membentuk racun yang melapisi gigi taringnya. Setelah itu, kukang melancarkan gigitan kuat yang dapat menembus jaringan tubuh mangsanya.
Kukang tidak hanya menggunakan bisa untuk menyerang mangsa. Mereka juga menyuntikkan racun kepada sesama kukang. Studi dalam jurnal Current Biology menunjukkan bahwa dari 82 kukang jawa yang ditangkap, sekitar 20% memiliki luka baru akibat gigitan kukang lain.
Perilaku ini tergolong langka karena sebagian besar hewan berbisa menggunakan racun untuk melindungi diri dari spesies lain, bukan dari sesamanya. Namun, kukang justru saling menyerang dengan gigitan beracun.
Selain itu, kukang juga dapat menyerang spesies lain, termasuk manusia. Gigitan kukang dapat memicu infeksi, merusak saraf, dan menyebabkan komplikasi pada kulit jika korban tidak segera mendapatkan perawatan medis.
Apakah Kukang Dapat Membunuh Manusia?
Gigitan kukang dapat menimbulkan dampak serius. Seorang pria berusia 30 tahun mengalami syok anafilaksis setelah kukang menggigit jarinya di daerah pedesaan Kalimantan. Ia merasakan mual, mati rasa di bibir, sesak napas, dan keringat berlebih.
Racun kukang memang dapat memicu syok anafilaksis yang berpotensi mematikan. Kasus lain menimpa seorang wanita asal Jepang berusia 37 tahun yang memelihara kukang di rumahnya. Ia mengalami syok anafilaksis parah akibat gigitan kukang peliharaannya.
Karena itu, para pakar menyarankan agar masyarakat tidak memelihara kukang. Meski tampak jinak dan eksotis, kukang tetap memiliki naluri liar dan bisa berbahaya bagi manusia.
(Tim*)














