Lonjakan Hipertensi di Indonesia, Pengobatan Masih Rendah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Puskesmas memeriksa tekanan darah warga saat program Cek Kesehatan Gratis di Jakarta, sebagai upaya deteksi dini hipertensi.

Petugas Puskesmas memeriksa tekanan darah warga saat program Cek Kesehatan Gratis di Jakarta, sebagai upaya deteksi dini hipertensi.

Jakarta, iNBrita.com — Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, diperkirakan 65 juta penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Namun, baru 18,5 juta yang teridentifikasi karena masih banyak masyarakat enggan memeriksa tekanan darah secara rutin.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi berharap program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dapat menutup kesenjangan tersebut.

“Data CKG menunjukkan angka prevalensi yang mirip dengan SKI. Jadi, kemungkinan benar sekitar 65 juta orang mengalami hipertensi, meski baru 18,5 juta yang ditemukan,” ujar dr Nadia dalam talkshow di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).

Ia menargetkan skrining bisa menjangkau 60–65 juta orang hingga akhir tahun, dan lebih dari 100 juta tahun depan.

Pengobatan Masih Rendah

Meski banyak kasus terdeteksi, angka pengobatan masih rendah. Di Puskesmas Kembangan, DKI Jakarta, dari 337 pasien hipertensi, hanya 48 orang menjalani pengobatan, dan 22 pasien berhasil mengendalikan tekanan darahnya.

Tren serupa terjadi di Surabaya dan Semarang. Namun, Puskesmas Sidosermo Surabaya menunjukkan hasil lebih baik: dari 693 pasien, seluruhnya mendapat pengobatan dan 651 pasien berhasil mengontrol kondisi mereka.

Hoaks Masih Jadi Hambatan

dr Nadia menyoroti maraknya hoaks yang membuat masyarakat takut berobat karena khawatir obat hipertensi merusak ginjal.

“Padahal justru hipertensi yang merusak ginjal mereka,” tegasnya.

Akibatnya, 40–60 persen pasien hipertensi tidak kembali berobat, meski sudah didiagnosis.

Beban Biaya Kesehatan Meningkat

Deputi Direksi Bidang Kebijakan Penjaminan Manfaat BPJS Kesehatan, dr Ari Dwi Aryani, menjelaskan bahwa biaya pengobatan diabetes melitus dan hipertensi mencapai Rp 35,3 triliun pada 2024.

“Dua penyakit ini jadi induk bagi penyakit lain seperti jantung, gagal ginjal, dan stroke,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pasien kini banyak berasal dari usia 30–40 tahun, bukan hanya di atas 50 tahun seperti sebelumnya. Namun, kenaikan angka kasus juga mencerminkan meningkatnya akses pengobatan melalui BPJS, bukan semata bertambahnya jumlah pasien baru.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kode Redeem FF Terbaru 18 Oktober 2026 Hadiah Gratis
BYD Denza Z9 GT Hadir dengan Teknologi Otonom Canggih 2027
Kode Redeem Free Fire 14 Oktober 2026, Cek Hadiah Gratis
Iran Tawarkan Mediasi, Konflik Teluk Ancam Harga Minyak Dunia
Gantikan Mendiang Suami, Linda Resmi Jabat Wabup Klaten
Longsor Tambang Emas Solok Selatan Tewaskan Empat Pekerja
6 Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga hingga Tua
Solok Selatan Perkuat Aturan Kawasan Tanpa Rokok
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Kode Redeem FF Terbaru 18 Oktober 2026 Hadiah Gratis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

BYD Denza Z9 GT Hadir dengan Teknologi Otonom Canggih 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Kode Redeem Free Fire 14 Oktober 2026, Cek Hadiah Gratis

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Iran Tawarkan Mediasi, Konflik Teluk Ancam Harga Minyak Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Gantikan Mendiang Suami, Linda Resmi Jabat Wabup Klaten

Berita Terbaru

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB

Daftar kode redeem FF terbaru 18 Oktober 2026 untuk mencoba klaim hadiah gratis Free Fire. ( Foto AI INBRITA)

Uncategorized

Kode Redeem FF Terbaru 18 Oktober 2026 Hadiah Gratis

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB