Jakarta, iNBrita.com – Peneliti menemukan bahwa minuman manis lebih berbahaya daripada dessert.
Orang sering mengonsumsi gula saat tubuh lelah atau stres. Selain itu, rasanya yang manis membuat gula cepat disukai, sehingga banyak orang menemukannya dalam berbagai makanan dan minuman.
Namun, gula tidak selalu berdampak sama bagi tubuh. Cara orang mengonsumsinya menentukan besar kecilnya risiko kesehatan.
Banyak orang menganggap minuman manis ringan dan menyegarkan. Akibatnya, mereka minum tanpa berpikir panjang. Padahal, kebiasaan ini menimbulkan risiko serius bagi jantung.
Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: gula dari minuman meningkatkan risiko lebih tinggi dibanding gula dari dessert atau makanan manis padat.
Sejak 1977, para ahli memperingatkan masyarakat tentang bahaya gula tambahan. Namun, konsumsi gula meningkat hingga 30% dalam beberapa dekade. Oleh karena itu, pemerintah menegaskan kembali batas aman gula harian pada 2020 dan mendorong masyarakat memilih sumber gula dengan bijak.
Para peneliti Lund University, Swedia, menganalisis data hampir 70 ribu orang dari dua studi besar jangka panjang. Mereka membagi gula menjadi tiga kategori: topping manis, camilan, dan minuman berpemanis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman manis menimbulkan risiko paling tinggi bagi kesehatan. Selain itu, para peneliti mengaitkan konsumsi minuman manis dengan stroke iskemik, gagal jantung, gangguan irama jantung, dan aneurisma aorta perut.
Mengapa minuman manis lebih berbahaya?
Suzanne Janzi, kandidat doktor di Lund University, menjelaskan bahwa gula cair tidak membuat orang merasa kenyang lama. Akibatnya, orang cenderung minum lebih banyak dan lebih sering. Selain itu, mereka berbeda dengan orang yang hanya makan dessert sesekali. “Konteks konsumsi sangat penting. Orang minum minuman manis rutin, bukan hanya di momen tertentu,” katanya.
Menariknya, konsumsi dessert atau camilan manis sesekali dapat berhubungan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik. Selain itu, Janzi menambahkan bahwa orang yang menghindari gula total belum tentu lebih sehat. Oleh karena itu, yang paling penting adalah memilih sumber gula dan memperhatikan cara mengonsumsinya.
(vvr)













