Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah menegaskan komitmennya dalam mengawal kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, hingga tuntas. Selain itu, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, menyatakan aparat telah menunjukkan respons cepat dengan mengidentifikasi terduga pelaku.
Lebih lanjut, ia menilai langkah sigap dari Polri menjadi bukti bahwa penegakan hukum berjalan serius dan terarah. Di samping itu, pemerintah juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut serta berharap korban segera pulih.
Sementara itu, perkembangan penanganan kasus ini turut melibatkan Pusat Polisi Militer TNI yang telah mengamankan empat orang terduga pelaku. Saat ini, keempatnya masih menjalani pemeriksaan untuk pendalaman sebelum masuk tahap penyidikan.
Menurut Angga, kecepatan dan profesionalitas aparat sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik, terutama dalam situasi yang sensitif. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa proses hukum yang berjalan harus tetap terbuka dan berbasis bukti.
Di sisi lain, pemerintah memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, tanpa memandang siapa pelakunya. Dengan demikian, proses hukum harus dijalankan secara tegas, transparan, dan akuntabel sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa dugaan keterlibatan individu tidak mencerminkan institusi secara keseluruhan.
Di tengah proses yang masih berlangsung, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, pemerintah mengimbau publik untuk lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi.
Pada akhirnya, pemerintah memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga selesai. Dengan begitu, negara hadir untuk menjamin keamanan ruang demokrasi sekaligus melindungi hak setiap warga negara.
(eny)









