iNBrita.com – Polda Sumatera Barat terus menangani korban banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak delapan hari lalu. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa jumlah korban yang meninggal mencapai 200 orang. Tim DVI telah mengidentifikasi 174 jenazah, sementara 26 jenazah lainnya masih menunggu identifikasi. Korban hilang tercatat 212 orang, dan tim terus melakukan pencarian.
Tim SAR dan relawan terus bergerak ke lokasi terdampak setiap hari. Mereka melakukan mengevakuasi korban, serta membersihkan puing, dan memberikan bantuan darurat agar warga terdampak segera mendapat pertolongan dan kondisi lapangan tetap aman.
Plt. Kabid Dokkes Polda Sumbar, AKBP Pol dr. Faizal, menyebut 26 jenazah yang belum teridentifikasi terdiri dari 14 laki-laki, 8 perempuan, dan 4 potongan tubuh. Tim segera mengirim sampel DNA jenazah dan 21 sampel keluarga ke Pusdokkes Polri di Jakarta. Faizal memperkirakan hasil pemeriksaan keluar dalam waktu satu minggu.
Tim menghadapi kesulitan karena banyak jenazah sudah membusuk. Tubuh membengkak dan sidik jari tidak terbaca. Tim mengandalkan pemeriksaan gigi dan DNA untuk memastikan identitas korban. RS Bhayangkara Polda Sumbar menampung jenazah yang belum dikenali. Rumah sakit menyediakan empat peti jenazah pendingin dan satu kontainer freezer agar proses identifikasi tetap optimal.
Plt. Karumkit Bhayangkara Tk. III Padang, Kompol dr. Harry Andromeda, meminta keluarga inti korban datang langsung membawa identitas diri dan foto korban, terutama yang memperlihatkan kondisi gigi. Tim petugas terus melayani keluarga untuk mempercepat identifikasi.
Sembilan posko kesehatan yang didirikan Polda Sumbar untuk melayani sekitar 900 pengungsi. Tim evakuasi fokus mencari korban di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, wilayah yang terdampak paling parah. Polda Sumbar menambah tenaga dari Pusdokkes Polri dan Polda Riau, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat pencarian korban dan identifikasi jenazah.
Polda meminta keluarga korban tetap sabar dan aktif bekerja sama. Tim SAR dan DVI mengevakuasi, memeriksa, dan mengidentifikasi jenazah sehingga seluruh korban hilang dapat segera ditemukan.












