Jakarta, iNBrita.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 BBPPKS, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Presiden menyaksikan pertunjukan musik tradisional Kalimantan Selatan bersama siswa dan orang tua, kemudian memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.
Presiden Prabowo meninjau kelas dan fasilitas sekolah. Turut mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wamensos Agus Jabo, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Acara ini dihadiri sekitar 2.000 peserta, termasuk 800 siswa, orang tua, dan tenaga pengajar dari berbagai daerah. Pemerintah membuka Sekolah Rakyat rintisan secara bertahap sejak Juli hingga September 2025. Lokasi sekolah tersebar di Sumatera 35, Jawa 70, Bali dan Nusa Tenggara 7, Kalimantan 13, Sulawesi 28, Maluku 7, dan Papua 6.
Selama satu semester pada Tahun Ajaran 2025/2026, 15.945 siswa mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Pemerintah menargetkan jumlah sekolah mencapai 500 sekolah, masing-masing mampu menampung 1.000 siswa.
Tahap awal Sekolah Rakyat mempekerjakan 7.107 tenaga kerja. Jumlah tersebut terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Pemerintah mulai membangun Sekolah Rakyat permanen di 104 lokasi. Sebaran pembangunan: Sumatera 26, Jawa 40, Bali dan Nusa Tenggara 3, Kalimantan 12, Sulawesi 16, Maluku 4, dan Papua 3.
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia mendukung peresmian 166 Sekolah Rakyat ini. (vvr)














