Ronggeng Gunung, Tarian Sunda Pemersatu Masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penari Ronggeng Gunung menampilkan tarian tradisional Sunda ( foto ist)

Penari Ronggeng Gunung menampilkan tarian tradisional Sunda ( foto ist)

Jakarta , iNBrita.com – Masyarakat di pegunungan Ciamis dan Pangandaran, Jawa Barat, melestarikan kesenian tradisional yang sarat makna: Ronggeng Gunung. Mereka memakai tarian ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol kebersamaan, gotong royong, dan identitas budaya Sunda yang diwariskan turun-temurun.

Para penari perempuan memimpin pertunjukan, sementara musisi memainkan gamelan dan tembang khas Sunda. Tarian ini interaktif; penonton ikut menari membentuk lingkaran di sekitar penari utama, sehingga suasana menjadi hangat dan meriah.

Masyarakat percaya Ronggeng Gunung berkembang sejak masa Kerajaan Galuh, dan mereka menambahkan cerita rakyat yang memperkaya makna tarian. Salah satunya menceritakan putri kerajaan yang sedih, yang mereka ekspresikan lewat gerakan para penari. Gerakan sederhana itu berpadu dengan lagu ritmis, sehingga penonton merasakan pengalaman visual dan emosional yang kuat.

Baca Juga :  Festival Balik Kudahin Tegaskan Ikatan Kerinci Sungai Penuh

Mereka menampilkan Ronggeng Gunung pada berbagai acara adat, seperti pesta panen, pernikahan, khitanan, dan penyambutan tamu penting. Tarian ini menghibur sekaligus menegaskan nilai solidaritas dan kebersamaan. Generasi tua mengajarkan generasi muda menari Ronggeng Gunung, sehingga tradisi tetap hidup dan gotong royong terus dijaga.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh dan BPN Jaga Stabilitas Harga

Meski sempat menurun popularitasnya, komunitas seni lokal terus menghidupkan Ronggeng Gunung. Mereka menampilkan tarian ini dalam festival budaya dan agenda pariwisata untuk melestarikan warisan Sunda. Dengan gerakan ekspresif dan musik khas, Ronggeng Gunung tetap relevan. Pertunjukan ini membuktikan bahwa seni tradisional bukan sekadar gerak, tetapi juga menyampaikan cerita, emosi, dan nilai kehidupan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Raharja Pastikan Hak Korban Tragedi Tol Pekanbaru-Dumai
Dua Pelajar Tewas Tenggelam Saat Liburan di Simalungun
Kecelakaan Maut Tol Permai Tewaskan Lima Warga Kerinci
Dedi Mulyadi Guyur Rp1 Miliar untuk Juara Persib Bandung
Pencuri Gasak Emas Saat Listrik Padam di Medan
RSUD Mayjen Thalib Hadirkan Layanan Prioritas Rawat Jalan
Satpam Medan Dibegal, Ditembak Peluru Masih Bersarang
Pria dari Jawa Pingsan Bawa Uang Mainan Rp230 Juta
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:00 WIB

Jasa Raharja Pastikan Hak Korban Tragedi Tol Pekanbaru-Dumai

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:00 WIB

Dua Pelajar Tewas Tenggelam Saat Liburan di Simalungun

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:00 WIB

Kecelakaan Maut Tol Permai Tewaskan Lima Warga Kerinci

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:00 WIB

Dedi Mulyadi Guyur Rp1 Miliar untuk Juara Persib Bandung

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00 WIB

Pencuri Gasak Emas Saat Listrik Padam di Medan

Berita Terbaru

New Toyota Hilux(KOMPAS.com/Ruly Kurniawan)

Teknologi

Toyota Luncurkan Hilux BEV, Harga Tembus Rp1,019 Miliar

Selasa, 30 Jun 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi pencairan TPG  (Foto Pexels)

Nasional

TPG Juni 2026 Cair, Simak Jadwal dan Cara Pengecekan

Selasa, 30 Jun 2026 - 16:00 WIB

Klopp mengkritik VAR usai Jerman tersingkir. ( Foto Detik Sport)

Internasional

Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia

Selasa, 30 Jun 2026 - 14:00 WIB

Polres Kerinci salurkan material instalasi air bersih kepada warga. ( Foto Humas Polres)

SUNGAI PENUH

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kerinci Bantu Akses Air Bersih

Selasa, 30 Jun 2026 - 13:00 WIB