Rupiah Melemah Tembus 17.700 Tertekan Dolar AS Kuat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menghitung uang rupiah dan dolar AS, mencerminkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.(fhoto CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Petugas menghitung uang rupiah dan dolar AS, mencerminkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.(fhoto CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, iNBrita.comNilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Pada pagi hari, rupiah bahkan menembus kembali level psikologisnya.

Rupiah Tembus Level 17.700

Berdasarkan data Refinitiv, pada pukul 09.15 WIB rupiah berada di posisi Rp17.700 per dolar AS, atau melemah 0,34%. Pelemahan ini lebih dalam dibandingkan saat pembukaan perdagangan, ketika rupiah dibuka turun 0,11% ke level Rp17.660 per dolar AS.

Dengan posisi tersebut, rupiah kembali menyentuh level psikologis Rp17.700 per dolar AS. Tren ini melanjutkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya, Kamis (21/5/2026), saat rupiah ditutup turun 0,23% ke Rp17.640 per dolar AS.

Pasar Tunggu Data NPI

Hari ini, pasar memperkirakan sejumlah agenda ekonomi domestik akan memengaruhi pergerakan rupiah. Salah satu faktor utama adalah rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026 oleh Bank Indonesia (BI).

Baca Juga :  Kemenag RI Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

Investor akan mencermati data ini untuk menilai ketahanan eksternal Indonesia di tengah tekanan terhadap rupiah, harga minyak yang masih tinggi, serta penguatan dolar AS.

Kinerja NPI Sebelumnya

Pada kuartal IV-2025, Indonesia mencatat surplus NPI sebesar US$6,1 miliar, membaik dibandingkan defisit US$4,0 miliar pada kuartal III-2025.

Namun, transaksi berjalan pada periode tersebut mencatat defisit US$2,5 miliar atau 0,7% dari PDB, berbalik dari surplus US$4,0 miliar atau 1,1% dari PDB pada kuartal sebelumnya.

Di sisi lain, transaksi modal dan finansial mencatat surplus US$8,3 miliar setelah sebelumnya mengalami defisit US$8,0 miliar. Aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio menjadi penopang utama surplus ini.

Tekanan Eksternal Masih Tinggi

Ke depan, pasar akan fokus pada kemampuan NPI kuartal I-2026 untuk tetap mencatat surplus, terutama di tengah meningkatnya tekanan eksternal akibat konflik di Timur Tengah, harga minyak yang tinggi, dan penguatan dolar AS.

Baca Juga :  Desa Benteng Bogor Sukses Kembangkan Wisata Edukasi Pertanian

Dolar AS Dominan di Pasar Global

Dari sisi global, pergerakan dolar AS juga masih mendominasi sentimen pasar. Indeks dolar bertahan di dekat level tertinggi dalam enam minggu terakhir, meskipun sempat bergerak volatil akibat ketidakpastian terkait peluang kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Hingga saat ini, Washington dan Teheran masih berbeda pandangan mengenai stok uranium Iran dan kendali atas Selat Hormuz. Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan adanya sejumlah sinyal positif dalam proses negosiasi.

Ruang Penguatan Rupiah Terbatas

Selama dolar AS bertahan di level tinggi, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, akan menghadapi ruang penguatan yang terbatas.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini
Cek BPNT Agustus 2026 Lewat HP, Begini Caranya
ESDM Perketat LPG 3 Kg, Cek Kriteria Penerima Subsidi
Penjualan Motor Listrik 2026 Anjlok, Ini Penyebabnya
IHSG Pekan Ini Rawan Koreksi, Investor Wajib Waspada
Grab Tutup Program Hemat, Tarif GrabBike Tetap Stabil
Anwar Minta Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10 Triliun
Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Cek BPNT Agustus 2026 Lewat HP, Begini Caranya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:00 WIB

ESDM Perketat LPG 3 Kg, Cek Kriteria Penerima Subsidi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Penjualan Motor Listrik 2026 Anjlok, Ini Penyebabnya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:00 WIB

IHSG Pekan Ini Rawan Koreksi, Investor Wajib Waspada

Berita Terbaru

Harga emas Antam di Pegadaian turun pada perdagangan Kamis (27/8/2026).(Foto : Shutterstock/Tyasindayanti)

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:00 WIB

Ilustrasi bansos. (Antara/Aswaddy Hamid)

Ekonomi

Cek BPNT Agustus 2026 Lewat HP, Begini Caranya

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi tabung LPG 3 kg yang menjadi perhatian pemerintah untuk penyaluran subsidi tepat sasaran.(Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Ekonomi

ESDM Perketat LPG 3 Kg, Cek Kriteria Penerima Subsidi

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:00 WIB

Penjualan motor listrik di Indonesia melambat hingga Agustus 2026.(Foto : Dok. Alva)

Ekonomi

Penjualan Motor Listrik 2026 Anjlok, Ini Penyebabnya

Rabu, 26 Agu 2026 - 18:00 WIB

Program Molinas ditargetkan mendorong industri motor listrik nasional dan menciptakan nilai ekonomi Rp150 triliun.(FOTO : TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN)

Nasional

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:00 WIB