Super Flu New York Picu Lonjakan Rawat Inap

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga memakai masker saat beraktivitas di kawasan pusat kota New York di tengah meningkatnya kasus flu musiman.

Sejumlah warga memakai masker saat beraktivitas di kawasan pusat kota New York di tengah meningkatnya kasus flu musiman.

Jakarta, iNBrita.comKasus flu di New York, Amerika Serikat, melonjak tajam dalam satu minggu terakhir dan membuat banyak rumah sakit kewalahan menangani pasien rawat inap.

Pejabat kesehatan mencatat 71.123 kasus baru selama periode 14–20 Desember 2025. Jumlah tersebut meningkat 38 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Lonjakan kasus ini turut meningkatkan angka rawat inap akibat flu hingga 63 persen di seluruh negara bagian. Pada minggu sebelumnya, rumah sakit merawat 2.251 pasien. Angka tersebut kemudian naik menjadi 3.666 pasien.

Para ahli mengaitkan lonjakan kasus ini dengan kemunculan varian flu terbaru, subklade K, yang berasal dari virus influenza A H3N2. Varian tersebut mendominasi musim flu dan memicu lebih dari setengah kasus flu di Amerika Serikat hingga pertengahan November.

Baca Juga :  8 Minuman Pagi Berbahaya yang Wajib Anda Hindari

“Musim flu kali ini sangat serius. Kami menangani jauh lebih banyak kasus daripada yang kami perkirakan untuk periode ini,” ujar Dr. Amanda Kravitz, dokter anak di Weill Cornell Medicine, New York, kepada CBS Mornings.

Virus H3N2 kerap memicu gejala yang lebih berat dibandingkan infeksi pernapasan biasa.

Gejala ‘Super Flu’

Baca Juga :  Pasca Longsor, Jalan Bangko - Jangkat Kembali Normal

Dokter membedakan ‘super flu’ dari flu biasa berdasarkan tingkat keparahan gejala dan lamanya masa pemulihan. Banyak pasien merasakan kondisi yang jauh lebih berat dibandingkan influenza pada umumnya.

Para ahli menegaskan pentingnya penanganan sejak dini karena jumlah kasus terus meningkat dan risiko komplikasi tergolong tinggi.

Mengutip Newsweek, pasien ‘super flu’ umumnya mengalami gejala sebagai berikut:

Demam tinggi
Nyeri tubuh hebat
Kelelahan ekstrem
Batuk berkepanjangan
Sakit tenggorokan
Sakit kepala berat
Sesak napas
Nyeri dada
Gangguan pencernaan
Rasa lemas berkepanjangan setelah fase akut berakhir

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:00 WIB

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Berita Terbaru

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang bersama warga menanam bibit pohon pelindung di kawasan Pemandian Sedingin Salju, Desa Koto Periang, Kerinci.(Foto :Dok. KKN UNP Koto Periang)

Pendidikan

Aksi Mahasiswa UNP Hijaukan Wisata Koto Periang Kerinci

Kamis, 6 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam di Pegadaian mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (6/8/2026).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik di Pegadaian

Kamis, 6 Agu 2026 - 09:00 WIB

Daftar rating drama Korea terbaru periode 29 Juli–4 Agustus 2026 berdasarkan Nielsen Korea.(Foto: dok. KBS2/JTBC/MBC/tvN)

Entertainment

Rating Drama Korea Terbaru Pekan Ini, Siapa Teratas

Rabu, 5 Agu 2026 - 19:00 WIB

Pergerakan harga emas dunia menguat seiring turunnya harga minyak dan meredanya tekanan inflasi global.(Foto: Pexels/Michael Steinberg)

Ekonomi

Harga Emas Naik Dipicu Minyak Turun Tajam

Rabu, 5 Agu 2026 - 10:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB