Ultra Processed Food Tingkatkan Risiko Kanker Usus Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Istock

Foto ilustrasi: Istock

Jakarta, iNBrita.com  – Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi ultra processed food lebih berisiko terkena kanker kolorektal dini, terutama sebelum usia 50 tahun. Makanan ultra olahan bisa memicu pertumbuhan awal di usus besar dan rektum, yang berpotensi menjadi kanker.

Seiring meningkatnya angka kanker usus besar pada orang muda, konsumsi makanan ultra olahan juga naik. Di Amerika Serikat, sekitar 70% pasokan makanan dan hampir 60% kalori harian orang dewasa berasal dari makanan jenis ini.

Dalam studi yang dipublikasikan di JAMA Oncology, peserta yang makan 10 porsi ultra processed food per hari berisiko 45% lebih tinggi terkena adenoma kolorektal dibanding peserta yang hanya makan tiga porsi per hari. Roti, makanan sarapan, saus, bumbu, dan minuman manis menjadi sumber utama makanan ultra olahan.

Baca Juga :  Air Kelapa Efektif Cegah Pembentukan Batu Ginjal

Dr. Andrew Chan dari Mass General Brigham Cancer Institute mengatakan, “Temuan ini tidak bersifat definitif, tetapi memberi petunjuk penting bahwa pola makan berperan.”

Makanan ultra olahan rendah serat tetapi tinggi kalori, gula, garam, dan lemak. Makanan ini juga mengandung pengawet, emulsifier, dan pewarna. Selain kanker, konsumsi makanan ini bisa memicu diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Baca Juga :  Pemprov DKI Nonaktifkan Febriwaldi Usai Gaya Mewah

Dr. David Katz dari True Health Initiative menyarankan orang sebisa mungkin menghindari makanan ultra olahan. Ia menganjurkan mengonsumsi makanan hijau seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan minum air putih.

Pertumbuhan jaringan awal di usus biasanya tidak menimbulkan gejala. Saat membesar, jaringan ini bisa menyebabkan tinja berdarah, nyeri perut, anemia, penurunan berat badan, dan konstipasi. Para ahli merekomendasikan skrining kanker kolorektal mulai usia 45 atau lebih awal jika ada riwayat keluarga.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi Gizi Melejit Seiring Program Makan Bergizi Gratis
Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Ginjal
Tanda Kekurangan Vitamin C yang Sering Diabaikan
Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh
Pemerintah Kaji Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan 2026
Waktu Tepat Konsumsi Buah untuk Kesehatan Optimal
Operasi Apa Saja yang Ditanggung BPJS Kesehatan?
Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan Tubuh Lengkap
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 21:00 WIB

Prodi Gizi Melejit Seiring Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 28 April 2026 - 22:00 WIB

Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Ginjal

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

Tanda Kekurangan Vitamin C yang Sering Diabaikan

Senin, 27 April 2026 - 07:00 WIB

Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh

Senin, 27 April 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Kaji Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan 2026

Berita Terbaru

Baju yang dilempar penghuni apartemen di Jakbar (dok Antara)

Nasional

Kebakaran Apartemen Jakbar, Penghuni Lempar Kode Baju

Kamis, 30 Apr 2026 - 13:00 WIB

Nilai tukar rupiah tertekan seiring kenaikan tajam harga minyak dan meningkatnya permintaan dolar AS di pasar domestik.

Ekonomi

Rupiah Melemah Tertekan Lonjakan Harga Minyak Global

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:00 WIB

Daftar harga emas di Pegadaian pada 30 April 2026 yang menunjukkan penurunan pada berbagai ukuran dan merek.

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Turun Hari Ini 30 April

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:00 WIB

Revitalisasi Dimulai, Pemandian Air Panas Sungai Medang Ditargetkan Pulih dan Ramai Kunjungan Wisata

Uncategorized

Bupati Kerinci Revitalisasi Wisata Air Panas Sungai Medang

Kamis, 30 Apr 2026 - 04:00 WIB

Foto: Perang di Iran pada 7 Maret lalu (AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Perang Iran-AS-Israel Sebabkan Krisis Ekonomi Dunia Meluas

Kamis, 30 Apr 2026 - 03:00 WIB