Home / Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 15:00 WIB

Waspadai Penyakit Ginjal Kronis Sejak Dini

Foto ilustrasi: Getty Images/Nadzeya Haroshka

Foto ilustrasi: Getty Images/Nadzeya Haroshka

Jakarta, iNBrita.com — Penyakit Ginjal Kronis (CKD) berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi ini membuat banyak orang baru menyadari kerusakan ginjal saat sudah memasuki tahap lanjut.

Rosnawati Yahya menjelaskan bahwa CKD pada tiga stadium awal biasanya tidak menimbulkan keluhan. Karena itu, seseorang yang menunggu gejala ginjal   muncul sering kali terlambat mendapatkan penanganan.

Penyebab Utama Penyakit Ginjal

Gangguan metabolik menjadi penyebab utama CKD.

  • Diabetes merusak pembuluh darah kecil di ginjal
  • Hipertensi meningkatkan tekanan pada organ ginjal

Kedua kondisi ini secara aktif mempercepat penurunan fungsi ginjal.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Penderita CKD sering mengalami gejala ringan yang tampak seperti keluhan biasa, seperti:

  • Tubuh mudah lelah dan terasa lemas
  • Frekuensi buang air kecil meningkat di malam hari
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah

Banyak wanita menganggap gejala tersebut sebagai akibat stres, penuaan, atau perubahan hormon, sehingga mereka tidak segera memeriksakan diri.

Faktor Risiko pada Wanita

Beberapa kondisi meningkatkan risiko CKD pada wanita:

  • Lupus Eritematosus Sistemik dapat menyerang ginjal secara langsung
  • Komplikasi kehamilan seperti preeklampsia dan diabetes gestasional meningkatkan risiko di kemudian hari
  • Sindrom Ovarium Polikistik memicu resistensi insulin, obesitas, dan gangguan metabolik

Selain itu, dokter perlu menafsirkan hasil kreatinin dengan cermat pada wanita, karena massa otot yang lebih rendah dapat menyamarkan penurunan fungsi ginjal.

Langkah Deteksi Dini

Setiap orang, terutama yang memiliki faktor risiko, perlu melakukan pemeriksaan rutin:

  • Tes darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal
  • Tes urine untuk mendeteksi protein
  • Pengukuran tekanan darah secara berkala

Dokter menggunakan protein dalam urine sebagai salah satu indikator awal kerusakan ginjal.

Pentingnya Bertindak Lebih Cepat

Deteksi dini memungkinkan dokter memperlambat penurunan fungsi penyakit  ginjal secara signifikan. Dengan penanganan yang tepat, pasien dapat menekan laju kerusakan dari sekitar 10% per tahun menjadi hanya 2%. Langkah ini membantu banyak orang menghindari prosedur dialisis di masa depan.

Kesimpulan: lakukan pemeriksaan sejak dini dan jangan menunggu gejala penyakt ginjal  muncul agar Anda dapat menjaga kesehatan ginjal secara optimal.

(eny)

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dokter paru menjelaskan risiko pengobatan TBC dengan herbal

Kesehatan

Ahli Tegaskan TBC Tidak Bisa Diobati Herba
Seseorang mengunyah permen karet untuk menjaga kesehatan mulut

Kesehatan

Manfaat dan Efek Samping Mengunyah Permen Karet
Kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama saat arus mudik Nataru

Kesehatan

Perjalanan Panjang Nataru Picu Risiko Saraf Terjepit
Irisan lemon segar dalam piring

Kesehatan

Manfaat Air Lemon untuk Kesehatan Tubuh Sehari-hari
Ilustrasi buah jeruk segar utuh dan setengah potong dengan warna oranye cerah, menampilkan kandungan vitamin C dan kalsium.

Kesehatan

Buah Tinggi Kalsium untuk Tulang Sehat Harian
Ilmuwan sedang meneliti sampel darah di laboratorium untuk menemukan golongan darah baru MAL.

Kesehatan

Ilmuwan Temukan Golongan Darah Baru Misterius MAL
Daun kelor segar di dalam cobek kayu sebagai bahan herbal alami

Kesehatan

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Tubuh Alami Lengkap
Ilustrasi tanaman lavender yang dikenal membantu mengatasi insomnia

Kesehatan

6 Tanaman Herbal Alami Ampuh Atasi Insomnia