Jakarta, iNBrita.com — Mantan Ketua BPK RI, Rizal Djalil, menilai slogan BUMN BerAkhlak yang dipopulerkan sejak 2019 gagal memperbaiki tata kelola perusahaan pelat merah.
Walaupun jumlah BUMN mencapai lebih dari seribu, tapi pada 2024 dividen yang disumbangkan hanya Rp 86,4 triliun. Bahkan 52 persen BUMN mengalami kerugian hingga Rp 50 triliun.
Rizal menegaskan, ada sederet kasus korupsi di Pertamina, Jiwasraya, Asabri, hingga Telkom, ini menunjukkan lemahnya pengawasan.
“Ada inspektorat, ada komisaris, ada OJK, bahkan BPK sudah mengingatkan sejak lama. Tapi semua diam seribu bahasa,” ujarnya.
Ia menyambut pembentukan Danantara sebagai superholding dengan aset Rp 10.400 triliun. Namun, ia mengingatkan target kontribusi Rp 813,8 triliun ke APBN hanya bisa tercapai bila aturan main jelas.
Rizal mendorong percepatan restrukturisasi BUMN, keterbukaan informasi, dan penghentian praktik rangkap jabatan komisaris. Dan meminta Menteri Keuangan tetap menjadi pemegang saham pemerintah sebagai bentuk check and balance.
“Harapan masyarakat kepada Danantara sangat besar. Pengelola harus jauh dari kepentingan politik maupun keluarga. Berpihaklah pada kepentingan rakyat,” tegas Rizal.
(*)














