Lubuk Basung , iNBrita.com — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menurunkan tim penuh untuk menangani kemunculan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Muaro Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan pihaknya mengirim tim gabungan pada Minggu (12/10) untuk memverifikasi laporan warga dan mengamankan lokasi kemunculan harimau.
“Kami menurunkan kekuatan penuh dan langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Palupuh,” kata Ade di Lubuk Basung, Senin (13/10).
Tim gabungan yang turun terdiri dari petugas BKSDA Sumbar, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) dari Pasia Laweh, Baringin, dan Salareh Aia, serta mahasiswa Kehutanan Universitas Riau (UNRI).
Mereka mewawancarai warga yang melihat langsung harimau, menelusuri jejak, cakaran, dan kotoran satwa, lalu memasang kamera jebak di beberapa titik lokasi.
BKSDA Sumbar melaksanakan seluruh langkah sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Pada Minggu (13/10) malam, tim melaksanakan patroli malam di Jalan Lintas Sumatera Bukittinggi–Medan dan akan melanjutkan patroli hingga tiga malam ke depan.
“Kami berpatroli setiap malam sesuai standar operasional prosedur,” ujar Ade.
Wali Nagari Koto Rantang sebelumnya melaporkan bahwa dua ekor harimau terlihat oleh warga pada Sabtu (11/10) sekitar pukul 16.30 WIB.
Sejumlah pengendara mobil juga melihat dua harimau melintas di jalan pada Minggu (12/10) pukul 00.30 WIB, sedangkan warga di sawah sempat merekam kemunculan harimau menggunakan ponsel mereka sekitar pukul 10.30 WIB.
“Saat kami melakukan verifikasi, kami bertemu langsung dengan harimau, tetapi satwa itu bergerak menjauh ke hutan,” jelas Ade.
BKSDA Sumbar mengimbau warga agar tetap waspada. Ade meminta warga tidak pergi ke kebun sendirian, membatasi aktivitas sore dan malam hari, serta mengamankan ternak di kandang untuk mencegah konflik dengan satwa liar.
(*E)














