Home / Kesehatan

Jumat, 17 Oktober 2025 - 22:45 WIB

Makan Sambil Berdiri Bisa Ganggu Kesehatan Pencernaan

Ilustrasi seseorang makan sambil berdiri saat sarapan pagi.

Ilustrasi seseorang makan sambil berdiri saat sarapan pagi.

Jakarta, iNBrita.comGaya hidup cepat membuat banyak orang terbiasa makan sambil berdiri atau berjalan. Mereka memilih cara ini untuk menghemat waktu, misalnya sarapan di perjalanan atau makan cepat sebelum bekerja. Padahal, kebiasaan ini bisa mengganggu sistem pencernaan dan kesehatan tubuh.

Menurut Times of India, saat seseorang makan sambil berdiri, gravitasi mengarahkan lebih banyak darah ke kaki. Kondisi ini mengurangi aliran darah ke organ pencernaan. Akibatnya, perut bekerja kurang efisien dan lebih mudah menimbulkan gas, kembung, serta gangguan pencernaan.

Peneliti dari Canadian Science Publishing Journal menemukan bahwa posisi berdiri membuat makanan bergerak lebih cepat di lambung. Sebaliknya, saat duduk atau berbaring, proses pencernaan melambat. Mereka juga menjelaskan bahwa makan protein sambil duduk tegak membantu lambung mengosongkan isinya lebih baik, memperlancar pencernaan, dan meningkatkan penyerapan asam amino.

Baca juga :   Usia Muda Rentan Serangan Jantung, Mulai Hidup Sehat

Orang yang makan sambil berdiri biasanya makan lebih cepat. Cara ini membuat mereka menelan lebih banyak udara dan tidak mengunyah makanan dengan baik. Akibatnya, lambung harus bekerja lebih keras untuk memecah makanan dan sering menimbulkan rasa begah atau kembung.
Sebaliknya, orang yang makan perlahan dan penuh kesadaran membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik serta menyerap zat gizi lebih optimal.

Baca juga :   Flu H3N2 Bermutasi Picu Lonjakan Kasus Global

Riset dari European Journal of Preventive Cardiology menyebut berdiri selama enam jam bisa membakar sekitar 54 kalori lebih banyak dibanding duduk. Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan ini dapat membantu menurunkan berat badan sedikit demi sedikit.

Namun, makan sambil berdiri juga bisa membuat seseorang cepat lapar. Lambung mengirim sinyal kenyang ke otak tergantung seberapa besar dan seberapa lama perut terisi. Karena tubuh mencerna makanan lebih cepat saat berdiri, terutama makanan tinggi karbohidrat olahan, rasa lapar muncul lebih cepat dan bisa membuat seseorang makan lebih banyak.

(VVR*)

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi berbagai warna urine sebagai indikator kondisi kesehatan tubuh

Kesehatan

Urine Bisa Ungkap Penyakit, Ini Penjelasan Dokter
Petugas BPJS Kesehatan menjelaskan pendaftaran bayi baru lahir.

Kesehatan

Bayi Baru Lahir Belum Otomatis Jadi Peserta JKN
Ilustrasi telur ayam dan telur bebek dengan berbagai warna kulit telur di dalam keranjang rotan.

Kesehatan

Perbandingan Gizi Telur Ayam dan Telur Bebek
Ilustrasi anak muda memeriksa tekanan darah untuk mencegah hipertensi

Kesehatan

Hipertensi Anak Muda Picu Risiko Jantung Ginjal
Aneka jus buah dan sayuran segar untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Kesehatan

Jus Sehat Alami untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Pekerja kantor minum air putih untuk mengatasi rasa ngantuk saat bekerja

Kesehatan

Sering Ngantuk Saat Kerja? Minum Air, Bukan Kopi
Buah kiwi segar yang dipercaya membantu tidur lebih nyenyak

Kesehatan

Kiwi Terbukti Bantu Tidur Lebih Nyenyak Alami
Tanaman lidah buaya hijau segar di pot dekat jendela rumah

Kesehatan

Lidah Buaya, Tanaman Hias Cantik Penuh Manfaat