Home / Kesehatan

Sabtu, 15 November 2025 - 22:06 WIB

Kebiasaan Tidur Buruk Dapat Percepat Penuaan Otak

Kurang tidur dan kebiasaan tidur buruk dapat mempercepat penuaan otak.

Kurang tidur dan kebiasaan tidur buruk dapat mempercepat penuaan otak.

Jakarta, iNBrita.comTidur malam yang buruk dapat memengaruhi suasana hati, menurunkan konsentrasi, memicu pusing, dan mengganggu produktivitas. Kebiasaan buruk saat tidur bahkan dapat mempercepat penuaan otak hingga beberapa bulan.

Temuan Penelitian

Penelitian yang dikutip dari New York Post terhadap lebih dari 27.000 orang menunjukkan bahwa peserta dengan kualitas tidur terburuk memiliki usia otak sekitar satu tahun lebih tua dari usia sebenarnya. Peserta yang kurang tidur juga memiliki usia otak rata-rata tujuh bulan lebih tua.

Lima Faktor Penyebab

Peneliti menilai lima aspek tidur:

  • begadang

  • insomnia

  • mendengkur

  • tidur kurang dari tujuh jam

  • kantuk berlebihan di siang hari

Baca juga :   Ketua TP-PKK Kabupaten Kerinci Dra. Hj. Nailil Husna, MPd, Gelar Acara Bhakti Sosial

Setiap kebiasaan buruk menurunkan satu poin dari skor tidur. Hanya 41 persen peserta yang memiliki skor sehat (4–5 poin), sedangkan sebagian besar hanya meraih 2–3 poin.

Dampak Penurunan Skor Tidur

Setiap penurunan satu poin berkaitan dengan peningkatan penuaan otak hingga setengah tahun. Dari semua faktor, begadang dan mendengkur memiliki kaitan terkuat dengan penuaan otak.

Kelompok dengan Risiko Lebih Tinggi

Penelitian di eBioMedicine menemukan bahwa orang yang kurang tidur cenderung lebih tua, berpenghasilan rendah, laki-laki, mengalami obesitas, dan memiliki risiko penyakit jantung atau stroke.

Baca juga :   Pasang Ring Jantung, Dua Hari Sudah Pulih

Risiko Kesehatan Otak

Kesenjangan usia otak yang besar dapat menjadi tanda awal penurunan kesehatan otak dan meningkatkan risiko demensia. Kurang tidur dapat memicu peradangan yang merusak sel otak dan menurunkan fungsi kognitif, termasuk memicu Alzheimer.

Otak memang menua seiring waktu, tetapi kebiasaan tidur buruk mempercepat proses tersebut. Selama sembilan tahun penelitian, tidak ada peserta yang menunjukkan tanda demensia, stroke, atau gangguan neurologis lain pada awal studi.

(VVR*)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Layar ponsel menampilkan aplikasi media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube

Kesehatan

Brain Rot Mengintai Dewasa Akibat Video Pendek
Lontong dibungkus plastik bening yang direbus lama hingga matang.

Kesehatan

Efek Beracun Saat Plastik Direbus Dengan Makanan
Warga Beijing bersepeda di jalur khusus pada pagi hari.

Kesehatan

Beijing Hidupkan Lagi Budaya Sepeda Ramah Lingkungan
Remaja sedang melihat layar ponsel dengan tampilan media sosial terbuka.

Kesehatan

Risiko Scrolling Berlebih pada Remaja Menurut Psikolog
Dokter memeriksa pasien yang mengalami gejala sumbatan usus di ruang gawat darurat rumah sakit.

Kesehatan

Waspadai Sumbatan Usus, Bisa Sebabkan Kematian Mendadak

Kesehatan

Hadiri Rakerkesnas 2024, Kadiskes Kerinci Komitmen Terus Lakukan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Orang berjalan di bawah terik matahari di Jakarta sambil menutupi kepala dengan tangan untuk menghindari panas ekstrem.

Kesehatan

Jakarta Alami Cuaca Panas Ekstrem, BMKG Beri Imbauan
Pria memegang dada kiri dengan ekspresi nyeri, menandakan gejala masalah jantung.

Kesehatan

USG Karotis Bantu Deteksi Dini Risiko Gagal Jantung