Home / Kesehatan

Minggu, 19 Oktober 2025 - 18:30 WIB

7 Kebiasaan yang Dihindari Orang Ber-IQ Tinggi

Seorang profesional ber-IQ tinggi tetap tenang dan fokus, memilih menyelesaikan masalah daripada mengeluh.

Seorang profesional ber-IQ tinggi tetap tenang dan fokus, memilih menyelesaikan masalah daripada mengeluh.

Jakarta, iNBrita.com – Orang dengan IQ tinggi paham bahwa waktu adalah sumber daya yang terbatas. Karena itu, mereka menyederhanakan pekerjaan agar lebih efisien. Mereka terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan berani mencoba hal baru. Selain itu, mereka rajin melakukan refleksi diri untuk memahami dan mengembangkan kesadaran diri yang lebih baik.
Dikutip dari laman Your Tango, berikut beberapa hal yang biasanya tidak dilakukan oleh orang ber-IQ tinggi:

1. Mengeluh

Orang ber-IQ tinggi tidak menghabiskan waktu untuk mengeluh. Mereka mampu mengungkapkan perasaan dengan sehat dan tahu bahwa bersikap negatif tidak menyelesaikan masalah.
Psikolog Guy Winch menjelaskan bahwa terlalu sering mengeluh justru memperburuk keadaan. Keluhan yang terus-menerus hanya menumpuk rasa frustasi dan membuat seseorang merasa tidak berdaya.
Alih-alih fokus pada kekecewaan, orang ber-IQ tinggi memilih mencari solusi dan memperbaiki keadaan.

2. Mengkhawatirkan Masa Depan

Mereka tidak membuang waktu untuk hal-hal di luar kendali, termasuk kekhawatiran tentang masa depan.
Psikolog Nick Wignall menyebut bahwa kekhawatiran hanya memberi ilusi kepastian, padahal justru membuat seseorang rapuh.
Orang ber-IQ tinggi menerima bahwa hidup penuh ketidakpastian dan memilih menghadapinya dengan pikiran jernih.

Baca juga :   Satgas TMMD Kodim 0417 Kerinci Tuntaskan Sumur Bor

3. Mengejar Kesempurnaan

Mereka tahu bahwa kesempurnaan hanyalah ilusi dan musuh dari kemajuan.
Menurut Monica Ramunda, pendiri Rocky Mountain Counseling Services, perfeksionisme justru menghalangi kebahagiaan dan kemampuan menikmati kesuksesan.
Bagi orang ber-IQ tinggi, kesalahan adalah guru terbaik yang mengajarkan cara menuju keberhasilan.

4. Selalu Mengatakan “Ya”

Orang cerdas tahu kapan harus menolak. Mereka menetapkan batasan yang jelas agar waktu dan energi tidak habis untuk memenuhi keinginan orang lain.
Terapis Merle Yoste menjelaskan bahwa selalu berkata “ya” bisa membuat seseorang kehilangan waktu untuk diri sendiri.
Mereka berani berkata “tidak” demi menjaga keseimbangan, kedamaian, dan kesehatan mental.

5. Menyimpan Dendam

Orang ber-IQ tinggi tidak menahan dendam karena tahu bahwa hal itu hanya mengikat mereka pada masa lalu.
Menurut terapis Diane Barn, dendam hanya menumbuhkan rasa benar sendiri tanpa menyelesaikan emosi negatif.
Mereka memilih melepaskan rasa marah dan melangkah maju untuk hidup lebih tenang.

Baca juga :   Ilmuwan Temukan Golongan Darah Baru Misterius MAL

6. Mengendalikan Emosi Orang Lain

Mereka sadar bahwa emosi orang lain bukan tanggung jawab mereka.
Psikolog Nick Wignall menjelaskan, berusaha memperbaiki perasaan orang lain justru membuat emosi itu terasa tidak valid.
Orang ber-IQ tinggi fokus mengendalikan diri sendiri—bukan mencoba mengatur reaksi orang lain.

7. Merasa Paling Benar

Mereka tidak takut mengakui kesalahan. Orang ber-IQ tinggi memahami bahwa pengetahuan manusia terbatas dan selalu ada ruang untuk belajar.
Menurut Aloia, penerimaan diri berarti menyadari bahwa kita tidak selalu punya semua fakta dan jawaban.
Kerendahan hati intelektual inilah yang membuat mereka terus berkembang.

(VVR*)

Berita ini 18 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Seorang wanita minum air hangat di pagi hari sebagai bagian dari rutinitas hidup sehat

Kesehatan

Tren Minum Air Hangat Pagi, Sehatkah Sebenarnya?
Dokter onkologi menjelaskan peningkatan kasus kanker kolorektal pada usia muda di rumah sakit.

Kesehatan

Kanker Kolorektal Usia Muda Terus Meningkat Drastis
Seorang pasien berbaring di tempat tidur rumah sakit dengan tangan terulur memegang alat pemantau di jarinya.

Kesehatan

Cangkir Tersangkut di Anus, Pria Taiwan Akhirnya Dioperasi
Peserta BPJS Kesehatan mengisi skrining kesehatan tahunan melalui aplikasi Mobile JKN

Kesehatan

Mulai 2026, Peserta BPJS Wajib Skrining Kesehatan
Pejabat Kemenkes menjelaskan penerapan label nutri-level pada produk makanan dan minuman di Jakarta.

Kesehatan

Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level pada Produk
Galon air minum BPA-Free di dapur, aman untuk kesehatan keluarga

Kesehatan

Lindungi Keluarga dengan Air Minum Bebas BPA
Dr. Kimmie Ng menjelaskan peningkatan kasus kanker usus besar pada usia muda di Harvard Medical School.

Kesehatan

Kasus Kanker Usus Muda Naik, Dokter Harvard Ungkap
Air kelapa segar dalam gelas saat berbuka puasa Ramadan

Kesehatan

Manfaat Air Kelapa dan Waktu Terbaik Saat Ramadan