Anak Cerdas Berpotensi Hidup Lebih Lama

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penelitian menunjukkan anak cerdas memiliki peluang hidup lebih lama berkat pengaruh gen dan lingkungan.

Penelitian menunjukkan anak cerdas memiliki peluang hidup lebih lama berkat pengaruh gen dan lingkungan.

Jakarta, iNBrita.com Anak cerdas cenderung hidup lebih lama. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan IQ tinggi sejak kecil lebih berpeluang mencapai usia lanjut dibanding anak dengan IQ rendah. Setiap kenaikan skor IQ di masa muda dapat menurunkan risiko kematian hingga 24 persen pada usia 17–69 tahun.

Peneliti dari University of Edinburgh menemukan hubungan genetik antara kecerdasan anak dan harapan hidup. Namun, mereka menegaskan bahwa umur panjang tidak hanya ditentukan oleh gen, tetapi juga oleh lingkungan yang memengaruhi cara gen bekerja.

Baca Juga :  Suzuki Fronx E100 Meluncur di India Juni 2026

“Hubungan gen dan usia panjang tidak bersifat mutlak. Lingkungan yang baik bisa mengubah ekspresi gen dan memperkuat kaitan antara kecerdasan serta umur panjang,” ujar Dr. David Hill, dikutip dari Daily Mail, Selasa (22/10/2025).

Dalam studi terhadap lebih dari 400 ribu orang, ilmuwan menganalisis data genetik anak usia 6–18 tahun dan membandingkannya dengan data genetik terkait harapan hidup. Hasilnya menunjukkan hubungan kuat antara kecerdasan anak dan usia panjang.

Dr. Hill menambahkan, anak dengan kemampuan kognitif tinggi cenderung menempuh pendidikan lebih baik dan hidup di lingkungan lebih sehat. Selain itu, gen yang mendukung kecerdasan juga membantu tubuh dan otak lebih tangguh menghadapi pengaruh lingkungan.

Baca Juga :  Lima Tanda Dini yang Menunjukkan Ginjal Bermasalah

Temuan ini menegaskan bahwa kecerdasan sejak kecil tidak hanya meningkatkan prestasi belajar, tetapi juga memperpanjang usia. Karena itu, pemerintah dan sekolah perlu memperkuat program pendidikan dan intervensi dini untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak. Upaya ini dapat memberi manfaat besar bagi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

 (VVR)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi
Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Selasa, 30 Juni 2026 - 03:00 WIB

Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker

Berita Terbaru

Ilustrasi kopi. (Foto: Getty Images/frantic00)

Kesehatan

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Jumat, 17 Jul 2026 - 10:00 WIB

Harga emas Pegadaian hari ini terpantau stabil untuk produk Antam, UBS, dan Galeri 24(Foto : Dok Pegadaian)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Antam Tetap Tinggi

Jumat, 17 Jul 2026 - 09:00 WIB

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Santunan JKK TASPEN Cair Rp832 Juta untuk Ahli Waris

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:00 WIB