Waspadai Sumbatan Usus, Akibat Pola Makan Salah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meagan Meadows, 24 tahun, menjalani perawatan kemoterapi setelah divonis kanker usus besar stadium tiga.

Meagan Meadows, 24 tahun, menjalani perawatan kemoterapi setelah divonis kanker usus besar stadium tiga.

Jakarta – Sumbatan usus atau ileus obstruksi terjadi ketika usus mengalami hambatan sehingga cairan dan kotoran tidak bisa keluar melalui anus. Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan keadaan darurat medis.

“Ini memang situasi gawat darurat yang harus segera mendapat penanganan. Jika terlambat, usus bisa mengalami perforasi, pecah, bocor, atau terinfeksi secara luas hingga sulit diatasi,” jelas Prof Ari saat dihubungi detikcom, Minggu (3/11/2025).

Prof Ari menambahkan bahwa pola makan dapat memengaruhi risiko terjadinya sumbatan usus. Ia menegaskan bahwa diet tinggi lemak dan rendah serat bisa meningkatkan risiko konstipasi atau sembelit, yang kemudian dapat menimbulkan sumbatan usus dan bahkan kanker usus besar.

Menurut Prof Ari, makanan pedas bukan penyebab sumbatan usus, namun makanan yang mengandung banyak daging dapat berpengaruh.

“Contohnya seperti steak atau menu All You Can Eat (AYCE) yang banyak mengandung daging,” ujarnya.

Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, sependapat dengan Prof Ari. Ia menegaskan bahwa makanan pedas tidak menyebabkan sumbatan usus, tetapi pola makan seimbang sangat penting untuk mencegahnya.

“Komposisi makanan harus seimbang. Orang yang mengalami gangguan buang air besar sebaiknya memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat,” kata dr Aru.

Ia juga mengingatkan pentingnya cukup minum air putih dan rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Sumbatan usus sering kali menimbulkan gejala yang tidak jelas dan sering diabaikan. Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tandanya agar bisa segera mendapat pertolongan medis.

Berikut gejala yang perlu diwaspadai:

  • Perut terasa kembung atau begah

  • Mual dan muntah

  • Nyeri perut hebat

  • Sulit buang air besar

  • Diare

  • Sulit buang angin (kentut)

  • Perut terasa keras

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Ilustrasi game susun buah yang menawarkan reward dan klaim penarikan saldo DANA melalui aplikasi penghasil uang 2026. ( Foto AI INBRITA)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cara Dapat Saldo DANA

Sabtu, 31 Okt 2026 - 00:00 WIB

Kapolres bersama jajaran melaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

SUNGAI PENUH

Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Produktif

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:00 WIB

Wako Alfin sidak sampah di Jembatan Pinggir Air, Jumat (30/10/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Geram, Pembuang Sampah di Sungai Terancam Sanksi

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:00 WIB