Warung Bakso Legendaris Solo Diduga Gunakan Bahan Nonhalal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warung Bakso Remaja Gading di Solo tampak sepi setelah muncul dugaan penggunaan bahan nonhalal. (Foto: Dok. detikJateng)

Warung Bakso Remaja Gading di Solo tampak sepi setelah muncul dugaan penggunaan bahan nonhalal. (Foto: Dok. detikJateng)

Solo, iNBrita.com — Sebuah warung bakso legendaris di Solo membuat heboh publik setelah muncul dugaan penggunaan bahan nonhalal. Warung Bakso Remaja Gading yang sudah beroperasi sejak 1997 ini dikenal banyak dikunjungi oleh pelanggan Muslim.

Isu kehalalan tempat makan selalu menjadi perhatian penting di Indonesia karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun, tidak semua pelaku usaha kuliner memiliki sertifikat halal atau mampu memastikan seluruh menunya benar-benar halal.

Kasus terbaru yang menimpa Bakso Remaja Gading di Solo memicu kekhawatiran masyarakat. Warung ini diduga menggunakan bahan nonhalal, padahal sudah beroperasi selama 28 tahun dan sering dikunjungi pelanggan Muslim.

Hingga kini, kepastian soal dugaan tersebut masih belum jelas. Pemilik warung membantah tudingan itu dan menyebut telah terjadi kesalahpahaman. Sementara itu, hasil uji laboratorium terhadap sampel bakso masih dalam proses dan baru akan keluar pada Jumat (7/11).

1. Warung Legendaris Sejak 1997

Warung Bakso Remaja Gading sudah menjadi tempat favorit warga Solo dan sekitarnya sejak sebelum krisis moneter 1998. Banyak pelanggan tetapnya berasal dari kalangan Muslim, sehingga isu nonhalal ini menimbulkan keresahan.

Warung ini berlokasi di Jalan Veteran, Joyosuran, Kampung Menangan, Pasar Kliwon, Solo, dan tetap bertahan sejak pertama kali buka pada 1997.

Baca Juga :  Cara Membedakan Kurma Tunisia Asli dan Palsu

2. Awal Mula Dugaan Nonhalal

Dugaan penggunaan bahan nonhalal bermula dari surat keterangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo. Surat tersebut berisi hasil monitoring yang menyebut bahwa warung Bakso Remaja Gading menjual produk pangan nonhalal.

Menurut laporan detikJateng (Selasa, 4/11), isi berita acara didasarkan pada pernyataan pemilik warung sendiri kepada tim monitoring. Kepala DKPP Kota Solo, Wahyu Kristina, menjelaskan hal itu secara langsung.

“Berita acara itu berdasarkan self declare dari pelaku usaha. Waktu ditanya tim monitoring, pemilik menjawab sesuai berita acara, yakni mengaku menggunakan bahan nonhalal,” ujar Kristina, Senin (3/11).

Tak lama setelah itu, foto stiker bertuliskan “Masakan Mengandung Bahan Nonhalal” yang ditempel di warung tersebar luas di internet dan semakin memperkuat dugaan publik.

3. Pemilik Warung Membantah Tudingan

Setelah berita tersebut viral, pihak warung Bakso Remaja Gading membantah tudingan nonhalal. Anak pemilik warung, Thirthania, menjelaskan bahwa ayahnya salah paham ketika menjawab pertanyaan tim monitoring.

“Waktu itu bapak salah ngomong karena masih sakit. Beliau baru buka lagi setelah libur seminggu, jadi masih bingung. Saat ditanya, bapak menjawab nonhalal padahal maksudnya bukan begitu,” ujar Thirthania, Senin (3/11).

Akibat kekisruhan ini, pihak keluarga menutup sementara warung bakso tersebut. Pemerintah daerah pun sudah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium kesehatan daerah. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar pada Jumat (7/11).

Baca Juga :  Manfaat Kurma Saat Buka Puasa Ramadan

4. Salah Satu Bakso Terenak di Solo

Selama bertahun-tahun, banyak pelanggan menilai Bakso Remaja Gading sebagai salah satu bakso terenak di Solo. Berdasarkan ulasan di Google Review, warung ini mendapat rating 3,7 dari 598 ulasan.

Seporsi bakso dijual mulai Rp19.000, sedangkan mie ayamnya hanya Rp10.000. Banyak pelanggan memuji rasa kaldunya yang gurih dan tekstur baksonya yang kenyal.

“Ini salah satu bakso favoritku di Gading, Solo. Satu porsi Rp19.000, rasanya enak banget,” tulis salah satu pelanggan.
“Anak-anak saya suka bakso ini. Biasanya kami beli bakso dan kaldunya saja untuk dimakan di rumah. Rasanya enak dan kuahnya segar,” tulis pelanggan lainnya.

5. Menunggu Kepastian

Kini, masyarakat Solo masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan kebenaran dugaan penggunaan bahan nonhalal. Pihak warung berharap hasil tersebut bisa membersihkan nama baik mereka dan memulihkan kepercayaan pelanggan.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahasia Sukses Kampung Lontong Surabaya Puluhan Tahun
Diskon Makanan Jamtos Bikin Pengunjung Antre Panjang
Tips Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Awet
Camilan Viral Pizza Mini Roti Tawar Sosis Nikmat
Kunjungan Jensen Huang Bikin Restoran Ini Viral
Resep Roti Sobek Teflon Empuk Tanpa Oven Anti Gagal
Salad Buah Creamy Jadi Camilan Sehat Keluarga Favorit
Tujuh Kuliner Kekinian 2026 Favorit Anak Muda Indonesia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:00 WIB

Rahasia Sukses Kampung Lontong Surabaya Puluhan Tahun

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:00 WIB

Diskon Makanan Jamtos Bikin Pengunjung Antre Panjang

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:00 WIB

Tips Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Awet

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:00 WIB

Camilan Viral Pizza Mini Roti Tawar Sosis Nikmat

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kunjungan Jensen Huang Bikin Restoran Ini Viral

Berita Terbaru

Foto: gen z

Nasional

Fakta Mengejutkan di Balik Pengangguran Gen Z

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:00 WIB

Geely Xingyuan (EX2), mobil listrik kompak dengan harga terjangkau dan teknologi fast charging 19 menit.(Foto: Dok. Geely)

Teknologi

Geely Xingyuan EX2 Mobil Listrik Fast Charging ADAS

Rabu, 3 Jun 2026 - 22:00 WIB

Komisaris Pertamina melakukan kunjungan ke sejumlah SPBU di Denpasar. (Foto: Pertamina)

Nasional

Komisaris Pertamina Tinjau Layanan SPBU di Denpasar Bali

Rabu, 3 Jun 2026 - 21:00 WIB

Kapolres Kerinci memimpin rakor penertiban BBM bersubsidi

SUNGAI PENUH

Polres Kerinci Gelar Rakor Tertibkan BBM Bersubsidi

Rabu, 3 Jun 2026 - 20:00 WIB

Foto: Ilustrasi dilarang merokok

Kesehatan

Rahasia Sukses Berhenti Merokok Jarang Diketahui

Rabu, 3 Jun 2026 - 19:00 WIB