Jakarta, iNBrita.com — Hong Kong memasuki masa berkabung selama tiga hari. Kebakaran di apartemen Wang Fuk Court telah merenggut 128 nyawa. Ribuan warga datang untuk memberi penghormatan. Mereka meletakkan bunga dan menulis pesan duka di taman dekat lokasi kebakaran.
Pada Sabtu pagi, warga dari berbagai daerah mulai berdatangan. Mereka membawa bunga putih dan kuning. Banyak dari mereka berdiri dalam diam sambil membaca pesan duka yang tertempel di dinding taman. Menjelang malam, jumlah pelayat terus bertambah. Sebagian besar mengenakan pakaian serba gelap.
Wong, seorang warga berusia 69 tahun, duduk termenung di dekat area tersebut. Ia telah tinggal di Wang Fuk Court selama lebih dari empat puluh tahun. Wong menyebut beberapa nama tetangga yang menjadi korban. “Ada seorang nenek dan cucunya yang masih bayi. Kami sangat dekat,” ujarnya.
Ki, pelayat berusia 52 tahun, ikut menandatangani buku belasungkawa. Ia tampak menahan tangis. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya berharap mereka tenang di sana,” katanya.
Di kantor pusat pemerintahan, Kepala Eksekutif John Lee memimpin momen hening. Ia berdiri bersama para menteri utama selama tiga menit pada pukul 08.00 pagi. Bendera Hong Kong dan Tiongkok juga berkibar setengah tiang sebagai tanda duka.
Selama masa berkabung ini, pemerintah menghentikan berbagai acara perayaan. Pejabat juga membatasi kegiatan publik yang tidak penting.
(ES*)









