Home / Nasional

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:30 WIB

Kayu Gelondongan Menumpuk, Aparat Negara Telusuri Kerusakan

Sejumlah warga melintas di antara tumpukan kayu gelondongan yang terbawa banjir dan menumpuk di Pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra.

Sejumlah warga melintas di antara tumpukan kayu gelondongan yang terbawa banjir dan menumpuk di Pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra.

Jakarta, iNBrita.com –Kayu gelondongan  yang hanyut saat banjir melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Temuan kayu berukuran besar itu memicu kekhawatiran baru, sebab banyak pihak menilai kerusakan hutan ikut memperparah bencana. Karena itu, pemerintah Aparat negara bergerak cepat menelusuri asal-usul mengerahkan berbagai lembaga untuk memeriksa penyebab kerusakan lingkungan di tiga wilayah tersebut.

Polri melalui Dittipidter Bareskrim langsung memeriksa kayu-kayu yang tersebar di lokasi banjir. Dirtipidter Brigjen Pol Moh. Irhamni memastikan timnya sudah meninjau temuan di lapangan. Setelah bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen penegakan hukum lingkungan. Ia memerintahkan jajarannya menyusuri kawasan hulu hingga hilir agar dugaan pembalakan liar dapat terungkap.

Baca juga :   Tiga Rumah di Kerinci Terbakar, Kerugian Capai Rp350 Juta

Selain itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang melibatkan TNI dan Kejaksaan Agung ikut turun ke lapangan. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyatakan bahwa TNI mendukung pengamanan proses pemeriksaan. Dengan demikian, seluruh unsur satgas dapat bekerja lebih cepat dan terkoordinasi.

Kejaksaan Agung juga mengirim tim aparat negara untuk menilai kondisi hutan dan menelusuri asal gelondongan kayu. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa tim masih mengumpulkan data awal. Karena itu, mereka belum menyimpulkan kaitan banjir dengan aktivitas tambang atau eksploitasi lain.

Baca juga :   Dugaan Pelecehan Karyawati SPPG Bekasi, BGN Turun Tangan

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menjelaskan bahwa banjir kemungkinan menyeret kayu gelondongan  dari area pembukaan kebun sawit. Ia menyoroti praktik penumpukan kayu di tepi lahan, yang membuat arus deras mudah mengangkut material tersebut. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya tata kelola perkebunan yang lebih berkelanjutan agar ekosistem tetap terlindungi.(ES*)

Berita ini 10 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gus Ipul dan Letkol Teddy Indra Wijaya saat kunjungan ke Sekolah Rakyat Tangerang Selatan membahas pendamping PKH.

Nasional

Gus Ipul Tunjuk Letkol Teddy Pimpin Pendamping PKH
Banjir bandang di Aceh Tamiang membawa tumpukan kayu besar yang memenuhi permukiman warga, menunjukkan kuatnya arus dan besarnya kerusakan lingkungan.

Nasional

BNPB Perbarui Data Korban Bencana di Sumatera
Ratusan anak muda mengarak bendera Merah Putih sepanjang 100 meter dalam Karnaval Paskah Semarang 2026 di rute Kota Lama hingga Balai Kota Semarang sebagai simbol persatuan dan kebhinekaan.

Nasional

Semangat Kebangsaan Menggema di Karnaval Paskah Semarang
Pelaku curanmor menembak warga di Jalan Andong II, Palmerah, Jakarta Barat.

Nasional

Polisi Bekuk Duo Curanmor Bersenjata di Jakarta Barat
Toyota Voxy 2022 bekas warna hitam dengan desain boxy modern

Nasional

Harga Toyota Voxy 2022 Bekas 2026 Semakin Terjangkau
Kalender cetak jadwal bulan Desember dengan tampilan tanggal dan nama hari dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Nasional

Jadwal Long Weekend dan Cuti Tambahan Desember 2025
Ketua Komisi X DPR mendukung program Makan Bergizi Gratis saat libur sekolah.

Nasional

Komisi X DPR Dorong MBG Tetap Berjalan Saat Libur

Nasional

IKWI Rayakan HUT ke-61 dengan Konsolidasi Organisasi