Kayu Gelondongan Menumpuk, Aparat Negara Telusuri Kerusakan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga melintas di antara tumpukan kayu gelondongan yang terbawa banjir dan menumpuk di Pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra.

Sejumlah warga melintas di antara tumpukan kayu gelondongan yang terbawa banjir dan menumpuk di Pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra.

Jakarta, iNBrita.com –Kayu gelondongan  yang hanyut saat banjir melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Temuan kayu berukuran besar itu memicu kekhawatiran baru, sebab banyak pihak menilai kerusakan hutan ikut memperparah bencana. Karena itu, pemerintah Aparat negara bergerak cepat menelusuri asal-usul mengerahkan berbagai lembaga untuk memeriksa penyebab kerusakan lingkungan di tiga wilayah tersebut.

Polri melalui Dittipidter Bareskrim langsung memeriksa kayu-kayu yang tersebar di lokasi banjir. Dirtipidter Brigjen Pol Moh. Irhamni memastikan timnya sudah meninjau temuan di lapangan. Setelah bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen penegakan hukum lingkungan. Ia memerintahkan jajarannya menyusuri kawasan hulu hingga hilir agar dugaan pembalakan liar dapat terungkap.

Selain itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang melibatkan TNI dan Kejaksaan Agung ikut turun ke lapangan. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyatakan bahwa TNI mendukung pengamanan proses pemeriksaan. Dengan demikian, seluruh unsur satgas dapat bekerja lebih cepat dan terkoordinasi.

Kejaksaan Agung juga mengirim tim aparat negara untuk menilai kondisi hutan dan menelusuri asal gelondongan kayu. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa tim masih mengumpulkan data awal. Karena itu, mereka belum menyimpulkan kaitan banjir dengan aktivitas tambang atau eksploitasi lain.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menjelaskan bahwa banjir kemungkinan menyeret kayu gelondongan  dari area pembukaan kebun sawit. Ia menyoroti praktik penumpukan kayu di tepi lahan, yang membuat arus deras mudah mengangkut material tersebut. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya tata kelola perkebunan yang lebih berkelanjutan agar ekosistem tetap terlindungi.(ES*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia
Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya
BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta
Sumbar Raih Penghargaan Nasional Legislasi Daerah 2026
Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam
Polda Bali Tangkap Tujuh Pria Terkait Penyelewengan BBM Subsidi
BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumbar Raih Penghargaan Nasional Legislasi Daerah 2026

Berita Terbaru

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB

Daftar kode redeem FF terbaru 18 Oktober 2026 untuk mencoba klaim hadiah gratis Free Fire. ( Foto AI INBRITA)

Uncategorized

Kode Redeem FF Terbaru 18 Oktober 2026 Hadiah Gratis

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB