Nyeri Punggung Sepele Berujung Kanker Pankreas Mematikan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kanker pankreas, penyakit serius yang sering terlambat terdeteksi karena gejalanya tidak spesifik.

Ilustrasi kanker pankreas, penyakit serius yang sering terlambat terdeteksi karena gejalanya tidak spesifik.

Jakarta, iNBrita.com – Kris Cooke (46) terbiasa merasakan sakit dan nyeri akibat pekerjaan berat yang ia jalani selama bertahun-tahun. Karena itu, ia tidak menaruh curiga ketika nyeri muncul di punggungnya. Namun, rasa sakit tersebut ternyata menjadi tanda kanker mematikan.

Mengutip laporan Daily Mail, pada awal 2026 dokter menyampaikan bahwa Cooke kemungkinan hanya memiliki waktu hidup kurang dari satu tahun. Sebelumnya, ia sering merasakan sesak napas dan nyeri di bagian kanan atas punggung.

Hasil Pemeriksaan Mengungkap Kondisi Serius

Cooke menahan rasa sakit itu selama beberapa bulan sebelum akhirnya memutuskan menjalani pemeriksaan medis. Pemeriksaan rontgen menunjukkan paru-paru kirinya kolaps. Dokter juga menemukan gumpalan darah di sekitar jantung serta benjolan di pankreas.

Beberapa hari kemudian, dokter memastikan benjolan tersebut sebagai kanker pankreas stadium lanjut. Rumah sakit kemudian merujuk Cooke ke perawatan paliatif.

Mengira Hanya Otot Tertarik

Teman Cooke, Louise Comiskey, mengatakan bahwa Cooke mengira nyeri punggungnya hanya akibat otot tertarik. Ia menduga rasa sakit tersebut muncul karena pekerjaan berat atau posisi tidur yang tidak nyaman setelah membeli kasur baru.

“Kami sangat terkejut. Dia seorang vegan, rutin yoga, dan tidak pernah memiliki masalah kesehatan sebelumnya,” ujar Comiskey.

Menikah di Kamar Rumah Sakit

Di tengah kondisi kesehatannya yang menurun, Cooke tetap melangsungkan pernikahan di kamar rumah sakit. Namun, keesokan harinya dokter menyampaikan bahwa kanker telah menyebar ke hati.

Saat itu, dokter memperkirakan Cooke hanya memiliki waktu hidup sekitar 6 hingga 12 bulan.

Istri Terpukul dengan Diagnosis Dokter

Istri Cooke, Maria, mengaku sangat terkejut dengan diagnosis tersebut. Cooke sebelumnya memeriksakan diri ke rumah sakit hanya karena mengira ototnya tegang.

“Kami memang sudah berencana menikah. Kris bahkan sudah membeli cincin. Tapi setelah mengetahui kondisinya, kami tidak tahu berapa lama waktu yang kami miliki. Karena itu, kami memutuskan menikah saat itu juga,” kata Maria.

Jalani Kemoterapi dan Konsumsi Morfin

Saat ini, Cooke menjalani kemoterapi. Namun, pengobatan tersebut membuat tubuhnya sangat lelah. Ia juga mengonsumsi morfin untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakannya.

Comiskey mengatakan bahwa Cooke sempat sangat terpukul ketika dokter menyatakan penyakitnya tidak dapat disembuhkan. Kini, ia berusaha tetap berpikir positif dan memperpanjang hidupnya selama mungkin.

Keluarga Imbau Jangan Abaikan Rasa Sakit

Keluarga dan orang-orang terdekat Cooke mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan rasa sakit yang muncul di tubuh. Mereka menegaskan bahwa penyakit serius bisa menyerang siapa saja.

“Dia ingin para tukang bangunan lebih waspada. Mereka terbiasa dengan cedera dan sakit punggung akibat pekerjaan. Karena itu, mereka perlu berhenti mengabaikannya dan segera memeriksakan diri,” tutup Comiskey.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Rupiah melemah ke level Rp18.149 per dolar AS di tengah tekanan pasar global.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Investor Menanti Data Ekonomi Domestik

Senin, 2 Nov 2026 - 13:00 WIB

Harga perak Antam menguat Rp 450 per gram seiring kenaikan harga perak dunia.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI)

Ekonomi

Harga Perak Antam Naik, Perak Dunia Mendekati US$ 50

Senin, 2 Nov 2026 - 12:00 WIB

 Ilustrasi emas batangan di tengah tekanan harga emas dunia.(Foto: DAVID GRAY | AFP)

Ekonomi

Harga Emas Tertekan, Analis Wall Street Prediksi Melemah

Senin, 2 Nov 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Pegadaian Galeri 24, Antam, UBS, dan Antam Mulia Retro 2 November 2026.(Foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Masih Stagnan

Senin, 2 Nov 2026 - 10:00 WIB

Foto : Inbrita

Nasional

BSU 2026, Subsidi Upah, Kemnaker, Pekerja, Rp900 Ribu

Senin, 2 Nov 2026 - 07:00 WIB