Jakarta, iNBrita.com – Kris Cooke (46) terbiasa merasakan sakit dan nyeri akibat pekerjaan berat yang ia jalani selama bertahun-tahun. Karena itu, ia tidak menaruh curiga ketika nyeri muncul di punggungnya. Namun, rasa sakit tersebut ternyata menjadi tanda kanker mematikan.
Mengutip laporan Daily Mail, pada awal 2026 dokter menyampaikan bahwa Cooke kemungkinan hanya memiliki waktu hidup kurang dari satu tahun. Sebelumnya, ia sering merasakan sesak napas dan nyeri di bagian kanan atas punggung.
Hasil Pemeriksaan Mengungkap Kondisi Serius
Cooke menahan rasa sakit itu selama beberapa bulan sebelum akhirnya memutuskan menjalani pemeriksaan medis. Pemeriksaan rontgen menunjukkan paru-paru kirinya kolaps. Dokter juga menemukan gumpalan darah di sekitar jantung serta benjolan di pankreas.
Beberapa hari kemudian, dokter memastikan benjolan tersebut sebagai kanker pankreas stadium lanjut. Rumah sakit kemudian merujuk Cooke ke perawatan paliatif.
Mengira Hanya Otot Tertarik
Teman Cooke, Louise Comiskey, mengatakan bahwa Cooke mengira nyeri punggungnya hanya akibat otot tertarik. Ia menduga rasa sakit tersebut muncul karena pekerjaan berat atau posisi tidur yang tidak nyaman setelah membeli kasur baru.
“Kami sangat terkejut. Dia seorang vegan, rutin yoga, dan tidak pernah memiliki masalah kesehatan sebelumnya,” ujar Comiskey.
Menikah di Kamar Rumah Sakit
Di tengah kondisi kesehatannya yang menurun, Cooke tetap melangsungkan pernikahan di kamar rumah sakit. Namun, keesokan harinya dokter menyampaikan bahwa kanker telah menyebar ke hati.
Saat itu, dokter memperkirakan Cooke hanya memiliki waktu hidup sekitar 6 hingga 12 bulan.
Istri Terpukul dengan Diagnosis Dokter
Istri Cooke, Maria, mengaku sangat terkejut dengan diagnosis tersebut. Cooke sebelumnya memeriksakan diri ke rumah sakit hanya karena mengira ototnya tegang.
“Kami memang sudah berencana menikah. Kris bahkan sudah membeli cincin. Tapi setelah mengetahui kondisinya, kami tidak tahu berapa lama waktu yang kami miliki. Karena itu, kami memutuskan menikah saat itu juga,” kata Maria.
Jalani Kemoterapi dan Konsumsi Morfin
Saat ini, Cooke menjalani kemoterapi. Namun, pengobatan tersebut membuat tubuhnya sangat lelah. Ia juga mengonsumsi morfin untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakannya.
Comiskey mengatakan bahwa Cooke sempat sangat terpukul ketika dokter menyatakan penyakitnya tidak dapat disembuhkan. Kini, ia berusaha tetap berpikir positif dan memperpanjang hidupnya selama mungkin.
Keluarga Imbau Jangan Abaikan Rasa Sakit
Keluarga dan orang-orang terdekat Cooke mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan rasa sakit yang muncul di tubuh. Mereka menegaskan bahwa penyakit serius bisa menyerang siapa saja.
“Dia ingin para tukang bangunan lebih waspada. Mereka terbiasa dengan cedera dan sakit punggung akibat pekerjaan. Karena itu, mereka perlu berhenti mengabaikannya dan segera memeriksakan diri,” tutup Comiskey.
(Tim*)









