Kemenkes Pastikan Indonesia Masih Bebas Virus Nipah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan memantau kesiapsiagaan pencegahan virus Nipah meski Indonesia belum mencatat kasus terkonfirmasi.

Petugas kesehatan memantau kesiapsiagaan pencegahan virus Nipah meski Indonesia belum mencatat kasus terkonfirmasi.

Jakarta, iNBrita.com — Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa hingga kini Indonesia belum mencatat satu pun kasus terkonfirmasi virus Nipah. Pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kemunculan kembali virus mematikan tersebut di India.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa situasi di dalam negeri masih terkendali.

“Hingga saat ini, Indonesia belum melaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah,” kata Aji dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

WHO mencatat dua kasus terkonfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di Benggala Barat, India, per 23 Januari 2026. Seluruh kasus tersebut menyerang tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit. Hingga laporan terakhir, otoritas setempat belum menemukan korban meninggal dunia.

Virus Nipah: Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai

Virus Nipah pertama kali muncul di Malaysia pada 1998. Sejak itu, virus ini menyebar ke sejumlah negara Asia, seperti India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina.

Virus Nipah termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Kelelawar menjadi sumber utama penularan, selain hewan lain seperti babi. Virus menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur, urin, dan darah.

Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari. Pada kasus berat, tingkat kematian dapat mencapai 40 hingga 75 persen. Hingga saat ini, dunia belum memiliki vaksin maupun obat khusus untuk penyakit ini.

Langkah Pemerintah Cegah Penularan

Pemerintah terus memantau perkembangan virus Nipah secara global. Kemenkes memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan dari negara yang melaporkan kasus.

Untuk mencegah masuknya virus ke Indonesia, Kemenkes melakukan sejumlah langkah, antara lain:

  • Menerbitkan disease alert melalui situs infeksiemerging.kemkes.go.id

  • Memperketat pengawasan orang, barang, dan alat angkut dari luar negeri

  • Mewajibkan pelaku perjalanan luar negeri melapor melalui aplikasi All Indonesia

  • Memperkuat deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan

  • Mengoptimalkan pelaporan melalui SKDR dan SINKARKES

  • Menyebarkan materi edukasi tentang virus Nipah kepada masyarakat

Cara Sederhana Mencegah Virus Nipah

Meski Indonesia masih bebas dari virus Nipah, Kemenkes meminta masyarakat tetap waspada. Masyarakat perlu menerapkan langkah pencegahan sederhana dalam aktivitas sehari-hari.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk:

  • Tidak mengonsumsi buah yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar

  • Mencuci dan mengupas buah sebelum dimakan

  • Memasak daging hingga benar-benar matang

  • Menghindari konsumsi nira atau air aren mentah

  • Menghindari kontak langsung dengan hewan yang sakit

  • Menjaga daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat

Pelaku perjalanan dari India atau negara lain yang melaporkan kasus Nipah perlu segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, muntah, atau penurunan kesadaran hingga 14 hari setelah kembali ke Indonesia.

Waspada Tanpa Panik

Kemunculan virus Nipah di negara lain menjadi pengingat penting bagi semua pihak. Dengan kewaspadaan, informasi yang akurat, dan deteksi dini, Indonesia dapat menjaga kondisi tetap aman tanpa menimbulkan kepanikan.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur
Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver
Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya
3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya
Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan
7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:00 WIB

7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

IHSG anjlok 11,57% di tengah sentimen MSCI, membuka peluang bagi investor untuk memburu saham undervalue dan dividen tinggi.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:00 WIB

IHSG merosot tajam setelah MSCI membuka konsultasi perubahan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB

Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Naik, Emas Dunia Tertekan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Wali Kota Sungai Penuh bersama pengurus PKPS. ( Foto Diskominfo)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Terima Silaturahmi PKPS Perkuat Sinergi Kebersamaan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 05:00 WIB