Pemerintah Wajib Lindungi Anak dari Kemiskinan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. (Foto: Istimewa)

Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. (Foto: Istimewa)

Tragis, Anak  SD di NTT Mengakhiri Hidupnya, DPR Soroti Kemiskinan

Jakarta, iNBrita.com— Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menilai kasus siswa kelas IV SD yang mengakhiri hidupnya di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai peringatan serius bagi pemerintah. Ia menekankan bahwa pemerintah harus melindungi anak-anak dari tekanan kemiskinan yang bisa mengganggu pendidikan dan kesehatan mental mereka.

“Kasus ini sangat menyedihkan. Jika motivasinya memang ekonomi—misalnya anak tidak mampu membeli perlengkapan sekolah—itu menunjukkan pemerintah belum sepenuhnya hadir untuk melindungi anak,” kata Lalu Hadrian kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Selain itu, Lalu menekankan bahwa keluarga dan lingkungan sekitar harus peka terhadap kondisi mental anak. Ia berharap tidak ada anak yang menanggung beban hidup sendiri.

“Pemerintah harus memperkuat jaring pengaman sosial di sekolah agar semua anak merasa aman, tanpa terbebani masalah ekonomi. Orang tua, keluarga, dan lingkungan harus menanggapi keluhan anak dengan serius dan memberikan dukungan emosional,” ujarnya.

Anak Diduga Mengakhiri Hidup karena Tidak Diberi Uang untuk Alat Tulis

Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi YBR (10), siswa kelas IV SD yang meninggal karena gantung diri. Dalam surat itu, YBR menulis pesan kepada ibunya dan mengekspresikan kekecewaannya karena ibunya dianggap pelit. Ia juga menulis agar ibunya tidak menangis setelah kematiannya.

Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R. Pissort, membenarkan bahwa korban menulis surat tersebut. Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan bahwa malam sebelum kejadian, YBR meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pulpen. Karena kondisi ekonomi yang sulit, ibunya tidak bisa memberikannya.

YBR biasanya tinggal bersama neneknya, sementara rumah ibunya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, YBR menginap di rumah ibunya untuk meminta uang tersebut.

“Menurut pengakuan ibunya, anaknya memang meminta uang untuk keperluan sekolah sebelum meninggal,” kata Dion Roa, Selasa (3/2).

(vvr)

 

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru PPPK Jadi PNS 2027, Siap Ikuti Tes
Polisi Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsidi di Tangerang Selatan
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang
Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
AMP Desak PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu
Guru PPPK Jadi PNS, Ini Syarat dan Mekanismenya
Mendagri Ungkap Empat Faktor Pendorong Ekonomi Daerah
BMKG Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Indonesia
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 05:00 WIB

Polisi Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsidi di Tangerang Selatan

Senin, 14 September 2026 - 22:00 WIB

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang

Senin, 14 September 2026 - 18:00 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Jumat, 11 September 2026 - 17:00 WIB

AMP Desak PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Jumat, 11 September 2026 - 12:00 WIB

Guru PPPK Jadi PNS, Ini Syarat dan Mekanismenya

Berita Terbaru

Foto ilustrasi: Pergerakan IHSG dan saham perbankan yang melemah di tengah penantian keputusan suku bunga Bank Indonesia. (AI)

Ekonomi

IHSG Melemah, Investor Tunggu Keputusan BI Besok

Rabu, 23 Sep 2026 - 01:00 WIB

Pembagian  masker kepada siswa SMAN 1 Solsel.

Kesehatan

Kolaborasi Peduli Kesehatan, Ribuan Masker untuk SMAN 1 Solsel

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:00 WIB

Ilustrasi harga emas yang diproyeksikan tetap kuat hingga akhir 2026.(Foto : Ilustrasi by AI/liputan6.com)

Ekonomi

Harga Emas Naik, Standard Chartered Ungkap Proyeksi Terbaru

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:00 WIB

Wawako Azhar Hamzah menyerahkan bantuan benih ikan kepada Pokdakan Kayangan.

SUNGAI PENUH

Wawako Serahkan Bantuan Perikanan Pemprov Jambi

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh bersama DPRD Provinsi Jambi saat audiensi membahas penanganan ruas jalan nasional menuju Tapan dan batas Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026)

SUNGAI PENUH

Audiensi Pemkot Sungai Penuh, DPRD Jambi Batas Jalan Sumbar

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:00 WIB