WHO Waspadai Penyebaran Virus Nipah di Bangladesh

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Manjurul)

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Manjurul)

Jakarta, iNBrita.com  – Perempuan Meninggal Akibat Virus Nipah di Bangladesh, WHO Waspadai Penyebaran. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa seorang perempuan di utara Bangladesh meninggal pada Januari 2026 setelah virus Nipah yang mematikan menginfeksinya. Kasus ini muncul sementara kewaspadaan global meningkat karena India menemukan dua kasus virus Nipah. Akibatnya, beberapa negara Asia memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara.

Pasien Tidak Bepergian, Namun Konsumsi Air Nira Mentah

WHO menyatakan bahwa pasien tidak pernah bepergian keluar daerah, namun ia rutin mengonsumsi air nira kurma mentah. Oleh karena itu, petugas memantau 35 orang yang kontak langsung dengan pasien dan menemukan semuanya negatif virus Nipah. Hingga kini, petugas belum menemukan kasus tambahan.

Ahli WHO: Pengingat Serius bagi Indonesia dan Dunia

Prof. Tjandra Yoga Aditama, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, menilai bahwa kasus ini menjadi pengingat serius bagi dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Manfaat Air Rebusan Kayu Manis bagi Kesehatan Tubuh

Kronologi Gejala dan Perburukan Kondisi

Pasien berusia 40-50 tahun tinggal di Distrik Naogaon, Divisi Rajshahi, timur laut Bangladesh. Kasus ini tidak terkait langsung dengan laporan di India, sehingga menunjukkan penyebaran lintas negara yang membutuhkan perhatian global. Gejala pertama muncul pada 21 Januari 2026, termasuk demam, sakit kepala, kejang otot, hilang nafsu makan, lemah, dan muntah. Kemudian, kondisi pasien memburuk cepat, diikuti hipersalivasi, disorientasi, dan kejang. Pada akhirnya, pada 27 Januari pasien tidak sadarkan diri, dan meninggal sehari kemudian saat petugas mengambil sampel laboratorium.

Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

Prof. Tjandra menekankan bahwa pemeriksaan laboratorium memegang peran penting. Dengan demikian, petugas Bangladesh mengonfirmasi infeksi virus Nipah melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) dan deteksi antibodi anti-Nipah IgM dengan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Selain itu, petugas memeriksa semua kontak yang bergejala.

Baca Juga :  Jus Sehat Alami untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Jalur Penularan dan Edukasi Masyarakat

Riwayat pasien yang mengonsumsi air nira mentah menunjukkan jalur penularan virus Nipah selain kontak langsung dengan kelelawar atau buah terkontaminasi. Oleh sebab itu, Prof. Tjandra menekankan perlunya edukasi kesehatan masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Setelah konfirmasi kasus, petugas Bangladesh segera melakukan investigasi wabah dan menelusuri kontak. Dari 35 kontak, enam orang menunjukkan gejala, namun petugas memastikan hasil pemeriksaan semuanya negatif.

Persiapan Tim dan Langkah Negara

Ia menambahkan bahwa setiap negara memerlukan tiga tim utama: pertama, tim investigasi wabah yang cepat dan tanggap; kedua, tim klinik dan rumah sakit yang merawat pasien; dan ketiga, tim laboratorium yang presisi tinggi, semuanya didukung sarana-prasarana memadai.

Kasus kematian di Bangladesh ini mengingatkan kita, setelah laporan virus Nipah di India, bahwa semua negara, termasuk Indonesia, harus segera mengambil langkah untuk melindungi masyarakat, ujarnya.

(eni)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyakit Miom dan Kista Gejala serta Cara Mengobati
Waspada Makanan Sehari Hari Bisa Rusak Fungsi Otak
Program Cek Gratis Nasional Dorong Skrining Kanker Usus
Waspada Lupus Penyakit Seribu Wajah yang Mematikan
WHO Darurat Ebola, Indonesia Perketat Pengawasan Nasional
Cara Alami Turunkan Kolesterol dengan Pola Hidup Sehat
Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Stroke dan Penyakit Kronis
Suplemen Vitamin D Terbaik untuk Imunitas Tubuh
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:00 WIB

Penyakit Miom dan Kista Gejala serta Cara Mengobati

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:00 WIB

Waspada Makanan Sehari Hari Bisa Rusak Fungsi Otak

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:00 WIB

Program Cek Gratis Nasional Dorong Skrining Kanker Usus

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Waspada Lupus Penyakit Seribu Wajah yang Mematikan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00 WIB

WHO Darurat Ebola, Indonesia Perketat Pengawasan Nasional

Berita Terbaru

Wali Kota Alfin memberi arahan kepada CPNS dalam kegiatan Latsar di Kota Sungai Penuh, Senin (2/6/2026).

SUNGAI PENUH

Walikota Alfin Tekankan ASN Inovatif di Era Transformasi Digital

Rabu, 3 Jun 2026 - 17:00 WIB

Hero Patria, SE, Ketua DPC Gerindra Kota Sungai Penuh, menyampaikan dukungan terhadap penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN), di Sungai Penuh, Rabu (3/6/2026).

SUNGAI PENUH

DPC Gerindra Sungai Penuh Dukung Penguatan Tata Kelola MBG

Rabu, 3 Jun 2026 - 16:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh mengapresiasi raihan Opini WTP ke-14 pada acara penyerahan LHP BPK RI Perwakilan Jambi.

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Apresiasi Kota Sungai Penuh Raih WTP Ke-14

Rabu, 3 Jun 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam. Harga emas hari ini tercatat stagnan setelah sebelumnya mengalami penurunan.(Foto: Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Tinggi

Rabu, 3 Jun 2026 - 14:00 WIB

Foto: Ilustrasi Rumah. (Dok: Freepik)

Nasional

KPR Mahal Bikin Milenial Menyerah Beli Rumah

Rabu, 3 Jun 2026 - 11:00 WIB