Leader Kursi Sehat di lokasi itu, Echa, kemudian memeriksa rekaman CCTV untuk memastikan kejadian sebenarnya. Rekaman tersebut menunjukkan bahwa A hanya mengarahkan pelanggan sesuai prosedur kerja dan tidak memaksa.
“Di CCTV terlihat A hanya memberi arahan sesuai SOP, bukan memaksa. Dari awal juga terlihat pelanggan hanya memakai satu gelang,” jelas Echa.
Pelanggan Tetap Bersikeras
Pada malam hari, pelanggan tersebut kembali datang ke lokasi dan meminta pengelola memeriksa kantong A. Ia mengaku curiga karena melihat A tampak gugup saat kejadian berlangsung.
Pengelola kemudian memeriksa seluruh kantong A di depan pelanggan tersebut, tetapi mereka tidak menemukan gelang emas yang ia laporkan hilang.
Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan A jongkok di belakang kursi pijat sambil menangis. Echa menjelaskan bahwa A merasa syok karena ia baru pertama kali bekerja dan langsung menghadapi tuduhan pencurian.
Korban Tuduhan Menolak Mengaku
Pelanggan itu bahkan sempat meminta A mengaku telah mengambil gelangnya. Ia juga menawarkan imbalan dan berjanji tidak akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi jika A mengaku.
Hingga saat ini pelanggan tersebut belum melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Sementara itu, pengelola kursi pijat menyatakan siap menempuh langkah hukum jika tuduhan tersebut tidak terbukti.
Untuk menenangkan kondisinya, pengelola meminta A beristirahat di rumah selama dua hari setelah kejadian tersebut.
(eny)












