Home / Internasional

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:00 WIB

Fenomena Pink Moon Terlihat Rabu Malam 1 April 2026

Fenomena alam pink moon. (Foto: unsplash.com/uomo libero)

Fenomena alam pink moon. (Foto: unsplash.com/uomo libero)

Jakarta , iNBrita.com – Masyarakat dapat menyaksikan fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai pink moon pada malam Rabu hingga Kamis, 1–2 April 2026. Menurut Profesor Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, peristiwa ini menjadi salah satu momen menarik di awal April.

Selanjutnya, Thomas menjelaskan bahwa masyarakat bisa mulai mengamati bulan purnama ini sejak waktu maghrib hingga menjelang matahari terbit. Dengan demikian, masyarakat memiliki waktu yang cukup panjang untuk menikmati fenomena tersebut. Selain itu, masyarakat dapat mengamati langsung tanpa alat bantu maupun menggunakan teleskop dan kamera agar mendapatkan hasil yang lebih jelas.

Di sisi lain, Thomas juga menegaskan bahwa fenomena ini tidak menimbulkan bahaya. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir saat mengamatinya. Namun demikian, fenomena ini tetap memicu peningkatan pasang air laut karena Bulan dan Matahari berada hampir segaris dengan Bumi, sebagaimana yang biasa terjadi saat purnama.

Baca juga :   Ombudsman Selenggarakan Festival Pelayanan Publik 2024 di Kabupaten Tebo

Sementara itu, Thomas meluruskan pemahaman tentang istilah pink moon. Ia menegaskan bahwa bulan tidak berubah menjadi berwarna merah muda. Sebaliknya, masyarakat hanya menggunakan istilah tersebut sebagai penamaan populer dari Amerika Serikat untuk purnama yang terjadi pada bulan April. Dengan kata lain, bulan tetap tampak putih kekuningan seperti biasanya.

Baca juga :   Bentrok Massa Pro dan Anti Donald Trump di Florida

Berdasarkan informasi dari situs astronomi Time and Date, masyarakat dapat menikmati momen terbaik untuk menyaksikan fenomena ini sesaat setelah bulan terbit, yaitu sekitar waktu maghrib. Pada saat itu, posisi bulan yang masih rendah di dekat cakrawala menciptakan ilusi optik. Akibatnya, bulan tampak lebih besar dan memancarkan cahaya keemasan akibat pengaruh atmosfer.

Oleh karena itu, fenomena ini memberikan kesempatan menarik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam. Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan momen ini sebagai sarana belajar untuk mengenal fenomena astronomi yang sebenarnya rutin terjadi setiap tahun.

(eny)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri bertanding melawan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin di Indonesia Masters 2026.

Internasional

Fajar/Fikri vs Raymond/Joaquin: Duel Ganda Putra
Wilayah Greenland dengan lanskap es, pegunungan, dan permukiman pesisir di sekitar Nuuk

Internasional

Prancis Kanada Buka Konsulat di Greenland Tolak AS
Presiden Barcelona Joan Laporta berbicara tentang pengunduran klub dari Super League.

Internasional

Barcelona Mundur Dari Super League, Madrid Tetap Bertahan
Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema saat berlaga di Saudi Pro League

Internasional

Ronaldo dan Benzema Guncang Saudi Pro League
Pedro Neto meninggalkan lapangan setelah kartu merah Chelsea vs Arsenal

Internasional

FA Hukum Neto, Chelsea Kehilangan Pemain Sayap
Orang-orang berjalan melewati area gedung perkantoran yang dibatasi garis polisi.

Internasional

Rusia Tembak Jatuh 287 Drone Ukraina Semalam
Final Thailand Masters 2026 ganda campuran Indonesia di Nimibutr Stadium

Internasional

Final Thailand Masters 2026, Duel Ganda Campuran Indonesia
Delegasi menghadiri peringatan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina di Markas Besar PBB, New York.

Internasional

PBB Peringati Hari Solidaritas Internasional Rakyat Palestina