JAKARTA, iNBrita.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping kembali menarik perhatian dunia setelah menggelar pertemuan tingkat tinggi di Beijing pekan ini. Setelah konflik Iran sempat menunda agenda tersebut selama lebih dari sebulan, kedua pemimpin akhirnya bertemu selama dua hari untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan hingga geopolitik.
Melalui pertemuan itu, Trump dan Xi berusaha menjaga stabilitas hubungan AS-China yang dalam beberapa tahun terakhir terus menghadapi tekanan. Keduanya bahkan sepakat melanjutkan dialog pada musim gugur mendatang guna memperkuat komunikasi bilateral.
Berikut tiga hasil penting dari pertemuan tersebut:
1. Xi Tekankan Isu Taiwan, Trump Bahas Iran
Xi Jinping langsung menyoroti isu Taiwan dalam pembicaraan dengan Trump. Presiden China itu meminta AS berhati-hati dalam mengambil langkah terkait Taiwan karena kesalahan kebijakan dapat memicu ketegangan besar antara kedua negara.
Sementara itu, Trump membahas peluang kerja sama energi dengan China. Dalam wawancara dengan Fox News, ia mengatakan China siap membeli minyak mentah AS sekaligus membantu proses negosiasi terkait Iran.
Namun hingga kini, pemerintah China belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana pembelian minyak tersebut. Di sisi lain, pemerintah AS juga belum menjelaskan lebih lanjut hasil pembahasan mengenai Taiwan.
Kepala Ekonom China di Economist Intelligence Unit, Yue Su, menilai kedua negara sengaja menunjukkan suasana positif setelah pertemuan tersebut meski belum membahas Taiwan secara mendalam.
Selain itu, Yue Su menilai pengaruh China terhadap Iran tetap terbatas. Menurut dia, pemerintah Iran lebih mengutamakan kepentingan domestik dan stabilitas internal dibanding tekanan dari negara lain.
2. Trump dan Xi Jaga Gencatan Perang Dagang
Trump dan Xi juga mempertahankan momentum gencatan perang dagang antara AS dan China. Meski belum mengumumkan detail kesepakatan baru, kedua negara sama-sama menunjukkan komitmen untuk menjaga hubungan ekonomi tetap stabil.
Trump bahkan mengundang Xi berkunjung ke AS pada 24 September mendatang. Langkah itu membuka peluang negosiasi lanjutan sebelum masa penghentian sementara tarif perdagangan berakhir.
Sebelumnya, AS dan China sudah sepakat menurunkan tarif serta melonggarkan pembatasan ekspor logam tanah jarang setelah ketegangan perdagangan meningkat pada awal 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Xi juga menegaskan keinginannya membangun hubungan yang lebih stabil dan konstruktif dengan AS dalam beberapa tahun ke depan.
Analis China Macro Group, Jack Lee, menilai Beijing sedang memanfaatkan pendekatan pragmatis Trump untuk membangun fondasi hubungan jangka panjang dengan Washington. Menurut dia, China ingin menjaga stabilitas hubungan bilateral bahkan setelah pemerintahan AS berganti.
3. Boeing dan Nvidia Raih Keuntungan
Pertemuan Trump dan Xi turut membawa keuntungan bagi perusahaan-perusahaan besar AS. Trump mengungkapkan China akan membeli 200 pesawat Boeing, jumlah yang melampaui perkiraan awal perusahaan.
Selain itu, pemerintah AS juga mengizinkan Nvidia kembali menjual chip H200 kepada perusahaan-perusahaan besar di China. Kebijakan tersebut langsung mendorong penguatan saham teknologi.
CEO Boeing Kelly Ortberg dan CEO Nvidia Jensen Huang ikut mendampingi Trump selama kunjungan ke Beijing. Selain mereka, CEO Apple Tim Cook dan Elon Musk dari Tesla juga menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri China Li Qiang.
Meski demikian, pemerintah China baru menjanjikan akses pasar yang lebih luas bagi perusahaan asing tanpa mengumumkan kebijakan baru secara rinci.









