AS Buka Refund Tarif Trump, Dunia Usaha Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump. Foto: Jim WATSON / AFP

Presiden AS Donald Trump. Foto: Jim WATSON / AFP

AS Buka Sistem Pengembalian Tarif Impor

Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) pada Senin waktu setempat membuka sistem pengajuan pengembalian tarif impor. Langkah ini terjadi setelah Mahkamah Agung AS pada Februari memutuskan bahwa kebijakan tarif resiprokal era Presiden Donald Trump tidak sah secara hukum.

Selain itu, Mahkamah menilai Trump keliru menggunakan undang-undang darurat (IEEPA) untuk menetapkan tarif impor. Padahal, aturan tersebut hanya berlaku untuk kondisi darurat nasional, bukan untuk kebijakan perdagangan biasa. Karena itu, Mahkamah menyatakan pemerintah tidak memiliki dasar hukum yang sah sejak awal, sehingga perusahaan telah membayar pungutan yang tidak sah dan pemerintah harus mengembalikannya.

Importir Ajukan Klaim Pengembalian Dana

Selanjutnya, CNBC International melaporkan bahwa importir mengajukan klaim pengembalian dana melalui sistem resmi yang pemerintah sediakan. Namun demikian, importir tetap melengkapi berbagai dokumen pendukung dan melewati beberapa tahap verifikasi sebelum pemerintah memproses klaim tersebut.

Baca Juga :  Ginting Perkuat Indonesia di BATC 2026

Di sisi lain, Citi memperkirakan importir mengajukan klaim pengembalian lebih dari US$160 miliar atau sekitar Rp2.600 triliun. Bahkan, sejumlah perusahaan besar seperti Walmart, Target, Nike, Kohl’s, Gap, dan Home Depot berpotensi menerima pengembalian dana terbesar.

Pelaku Pasar Ragukan Kelancaran Proses

Meskipun demikian, banyak pelaku industri dan analis Wall Street tetap meragukan kelancaran proses ini. Mereka menilai pemerintah dapat memperlambat proses melalui hambatan administratif. Selain itu, mereka juga mengantisipasi kemungkinan sengketa hukum atau banding dari pihak pemerintah.

Baca Juga :  Jay Idzes Menuju Milan atau Inter, Gaji Tinggi

Lebih lanjut, perusahaan sebelumnya membebankan biaya tarif tersebut kepada konsumen melalui kenaikan harga barang. Oleh karena itu, jika pemerintah memberikan pengembalian dana, muncul pertanyaan apakah perusahaan akan meneruskan kompensasi tersebut kepada konsumen.

AS Pertimbangkan Tarif Baru

Di samping itu, pemerintah AS masih mempertimbangkan kebijakan tarif baru. Menteri Keuangan Scott Bessent mengevaluasi penggunaan Section 301 yang dapat menghidupkan kembali tarif serupa mulai Juli. Jika pemerintah menerapkannya, maka ketidakpastian perdagangan akan tetap berlanjut.

Dengan demikian, meskipun peluang pengembalian dana besar terbuka, dunia usaha tetap menghadapi risiko tinggi. Akibatnya, pelaku industri terus bersikap waspada terhadap arah kebijakan dagang AS ke depan.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas
Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal
Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:00 WIB

Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas

Berita Terbaru

iPhone 18 Pro diprediksi mengalami kenaikan harga akibat kenaikan biaya memori.(Foto: 9to5Mac)

Teknologi

Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik US$100

Senin, 24 Agu 2026 - 22:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat melakukan pertemuan bilateral.(Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Anwar Minta Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10 Triliun

Senin, 24 Agu 2026 - 20:00 WIB

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini

Senin, 24 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam di Pegadaian mencapai Rp2,782 juta per gram pada Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tertinggi

Senin, 24 Agu 2026 - 18:00 WIB

Dokter gigi menjelaskan cara menjaga gigi dan gusi dari karang gigi.

Kesehatan

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Senin, 24 Agu 2026 - 17:00 WIB