Jakarta, iNBrita.com – Buah dikenal sebagai makanan sehat karena mengandung vitamin, mineral, dan serat yang tinggi. Namun demikian, waktu konsumsi buah turut menentukan seberapa besar manfaat yang tubuh peroleh. Jika seseorang mengonsumsi pada waktu yang kurang tepat, tubuh dapat mengalami gangguan seperti pencernaan tidak nyaman hingga perubahan kadar gula darah.
Karena itu, seseorang perlu memahami waktu yang sebaiknya ia hindari saat makan agar tubuh bisa menyerap manfaatnya secara maksimal.
1. Saat perut kosong
Pertama, banyak orang mengonsumsi di pagi hari sebelum mereka makan makanan lain. Sekilas, kebiasaan ini terlihat sehat. Namun, kondisi ini tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki masalah gula darah atau lambung sensitif.
Gula alami dalam masuk dan diserap tubuh dengan cepat saat perut masih kosong. Akibatnya, kadar gula darah seseorang bisa naik dengan cepat lalu turun secara drastis. Kondisi ini membuat tubuh merasa lemas, cepat lapar, dan kehilangan energi.
Selain itu, penderita maag juga bisa merasakan ketidaknyamanan. Buah yang bersifat asam seperti jeruk atau nanas dapat memicu rasa perih pada lambung jika seseorang mengonsumsinya tanpa makanan lain.
2. Setelah makan berat
Selanjutnya, sebagian orang mengonsumsi buah setelah makan besar karena mereka menganggapnya sehat. Namun demikian, kebiasaan ini tidak selalu memberikan manfaat yang optimal.
memiliki waktu cerna yang lebih cepat dibandingkan makanan berprotein atau berlemak. Ketika seseorang mengonsumsi buah setelah makan berat, proses pencernaan dapat melambat karena makanan bercampur dalam sistem pencernaan.
Akibatnya, buah dapat mengalami fermentasi di dalam perut. Kondisi ini kemudian memicu rasa kembung, begah, dan produksi gas berlebih. Oleh sebab itu, seseorang sebaiknya mengonsumsi buah sebelum makan utama atau menunggu sekitar dua hingga tiga jam setelah makan.
3. Larut malam sebelum tidur
Selain itu, seseorang sebaiknya tidak mengonsumsi buah pada malam hari, terutama sebelum tidur.
Hal ini terjadi karena gula dalam buah dapat meningkatkan energi tubuh secara cepat. Akibatnya, tubuh menjadi lebih aktif pada saat seharusnya mulai beristirahat.
Lebih jauh lagi, konsumsi buah pada malam hari juga dapat mengganggu produksi melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur. Kondisi ini kemudian membuat kualitas tidur menurun dan tubuh terasa lebih lelah keesokan harinya.
4. Sebagai hidangan penutup
Kemudian, banyak orang menjadikan buah sebagai hidangan penutup setelah makan besar. Mereka menganggap kebiasaan ini sehat dan praktis. Namun demikian, tubuh tidak selalu meresponsnya dengan baik.
Perbedaan kecepatan cerna antara buah dan makanan berat membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat. Akibatnya, proses pencernaan menjadi kurang efisien.
Selain itu, seseorang dapat merasakan perut penuh, kembung, dan tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat membuat kadar gula darah berfluktuasi sehingga rasa lapar muncul kembali lebih cepat.
5. Bersamaan dengan produk susu
Terakhir, banyak orang mengonsumsi buah bersama produk susu, misalnya dalam bentuk smoothie. Mereka memilih kombinasi ini karena praktis dan mudah dikonsumsi.
Namun demikian, kombinasi tersebut tidak selalu cocok untuk semua orang. Pada sebagian individu, perpaduan buah dan susu dapat mengganggu proses pencernaan.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami kembung dan rasa tidak nyaman pada perut. Bahkan, beberapa orang juga melaporkan gangguan pada sistem pencernaan dan kondisi kulit setelah sering mengonsumsinya. Oleh karena itu, setiap orang perlu memperhatikan respons tubuhnya sendiri.
Kesimpulan
Sebagai penutup, tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Namun demikian, seseorang perlu mengatur waktu konsumsinya dengan tepat agar tubuh dapat menyerap nutrisi secara optimal.
Dengan demikian, pengaturan waktu makan buah membantu tubuh mendapatkan manfaat maksimal sekaligus menghindari gangguan pencernaan yang tidak diinginkan.
(eny)












