RI Hadapi Lonjakan Kasus Malaria Lebih 700 Ribu

RI Hadapi Lonjakan Kasus Malaria Lebih 700 Ribu

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Malaria. (AP Photo)

Foto: Ilustrasi Malaria. (AP Photo)

Kasus Malaria di Indonesia Masih Meningkat

Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah mencatat kasus malaria di Indonesia masih tinggi dan mengalami peningkatan dalam satu tahun terakhir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa pengendalian malaria di Papua menjadi faktor utama untuk mencapai target bebas malaria pada 2030.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menyebutkan bahwa pada 2025 jumlah kasus malaria nasional mencapai lebih dari 700 ribu kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 543 ribu kasus. Kondisi ini membuat penyebaran penyakit semakin meluas di beberapa daerah.

Capaian Eliminasi Kasus  Malaria Capai 80 Persen Wilayah

Meski demikian, Kemenkes mencatat kemajuan dalam program eliminasi malaria. Hingga 2026, pemerintah telah menetapkan sekitar 412 dari 514 kabupaten/kota atau hampir 80 persen wilayah Indonesia bebas malaria. Namun, capaian ini belum merata di seluruh daerah.

Pemerintah menyoroti wilayah timur Indonesia sebagai tantangan utama. Lebih dari 95 persen kasus malaria nasional berasal dari Tanah Papua yang mencakup enam provinsi. Oleh karena itu, pemerintah memfokuskan pengendalian di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Wako Alfin Pastikan Pembangunan Pasar Beringin Jaya Terwujud

Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan kasus malaria tertinggi kedua di kawasan Pasifik Barat setelah Papua Nugini. Kondisi ini menunjukkan bahwa malaria masih menjadi ancaman serius di tingkat regional.

Malaria Masih Menjadi Masalah Kesehatan Global

Secara global, malaria masih menjadi masalah kesehatan besar dengan ratusan juta kasus setiap tahun, terutama di negara-negara Afrika. Penyakit ini tetap menjadi salah satu tantangan utama kesehatan dunia.

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Gejalanya meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot.

Kelompok yang paling berisiko tertular malaria adalah masyarakat yang tinggal di daerah endemis, berada di sekitar genangan air, serta sering beraktivitas di luar rumah pada malam hari.

Upaya Pencegahan oleh Masyarakat dan Pemerintah

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan secara aktif, seperti membersihkan lingkungan dari genangan air, menggunakan kelambu saat tidur, memakai obat anti-nyamuk, dan memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.

Baca Juga :  Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level pada Produk

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengendalian nyamuk dengan menebar ikan pemakan jentik, menggunakan larvasida, serta menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai dan lavender untuk menekan populasi vektor.

Dalam peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, pemerintah mengusung tema global “Driven to End Malaria: Now We Can, Now We Must” dan tema nasional “Akhiri Malaria: Kita Harus, Kita Bisa” sebagai bentuk dorongan percepatan eliminasi.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Eliminasi Malaria

Kemenkes menegaskan bahwa pengendalian malaria tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.

Pemerintah tetap menargetkan Indonesia bebas malaria pada 2030. Namun, pemerintah memfokuskan strategi di Papua melalui deteksi dini, pengobatan cepat, dan pengendalian vektor secara lebih intensif untuk mempercepat pencapaian target tersebut.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi Gizi Melejit Seiring Program Makan Bergizi Gratis
Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Ginjal
Tanda Kekurangan Vitamin C yang Sering Diabaikan
Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh
Pemerintah Kaji Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan 2026
Waktu Tepat Konsumsi Buah untuk Kesehatan Optimal
Operasi Apa Saja yang Ditanggung BPJS Kesehatan?
Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan Tubuh Lengkap
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

RI Hadapi Lonjakan Kasus Malaria Lebih 700 Ribu

Rabu, 29 April 2026 - 21:00 WIB

Prodi Gizi Melejit Seiring Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 28 April 2026 - 22:00 WIB

Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Ginjal

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

Tanda Kekurangan Vitamin C yang Sering Diabaikan

Senin, 27 April 2026 - 07:00 WIB

Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh

Berita Terbaru

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi di Auditorium UNIFAC, Kamis (3/4).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Beri Kuliah Umum FH Unja, Tekankan Konsistensi

Kamis, 30 Apr 2026 - 20:00 WIB

Asisten II bersama Kejari Sungai Penuh menggelar Kick Off Meeting pendampingan hukum pengendalian inflasi daerah.

SUNGAI PENUH

Pemkot dan Kajari Gelar Pendampingan Hukum Inflasi Daerah

Kamis, 30 Apr 2026 - 19:00 WIB

Foto: Ilustrasi Malaria. (AP Photo)

Kesehatan

RI Hadapi Lonjakan Kasus Malaria Lebih 700 Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:00 WIB

Baju yang dilempar penghuni apartemen di Jakbar (dok Antara)

Nasional

Kebakaran Apartemen Jakbar, Penghuni Lempar Kode Baju

Kamis, 30 Apr 2026 - 13:00 WIB

Nilai tukar rupiah tertekan seiring kenaikan tajam harga minyak dan meningkatnya permintaan dolar AS di pasar domestik.

Ekonomi

Rupiah Melemah Tertekan Lonjakan Harga Minyak Global

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:00 WIB