Kasus Malaria di Indonesia Masih Meningkat
Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah mencatat kasus malaria di Indonesia masih tinggi dan mengalami peningkatan dalam satu tahun terakhir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa pengendalian malaria di Papua menjadi faktor utama untuk mencapai target bebas malaria pada 2030.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menyebutkan bahwa pada 2025 jumlah kasus malaria nasional mencapai lebih dari 700 ribu kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 543 ribu kasus. Kondisi ini membuat penyebaran penyakit semakin meluas di beberapa daerah.
Capaian Eliminasi Kasus Malaria Capai 80 Persen Wilayah
Meski demikian, Kemenkes mencatat kemajuan dalam program eliminasi malaria. Hingga 2026, pemerintah telah menetapkan sekitar 412 dari 514 kabupaten/kota atau hampir 80 persen wilayah Indonesia bebas malaria. Namun, capaian ini belum merata di seluruh daerah.
Pemerintah menyoroti wilayah timur Indonesia sebagai tantangan utama. Lebih dari 95 persen kasus malaria nasional berasal dari Tanah Papua yang mencakup enam provinsi. Oleh karena itu, pemerintah memfokuskan pengendalian di wilayah tersebut.
Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan kasus malaria tertinggi kedua di kawasan Pasifik Barat setelah Papua Nugini. Kondisi ini menunjukkan bahwa malaria masih menjadi ancaman serius di tingkat regional.
Malaria Masih Menjadi Masalah Kesehatan Global
Secara global, malaria masih menjadi masalah kesehatan besar dengan ratusan juta kasus setiap tahun, terutama di negara-negara Afrika. Penyakit ini tetap menjadi salah satu tantangan utama kesehatan dunia.
Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Gejalanya meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot.
Kelompok yang paling berisiko tertular malaria adalah masyarakat yang tinggal di daerah endemis, berada di sekitar genangan air, serta sering beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
Upaya Pencegahan oleh Masyarakat dan Pemerintah
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan secara aktif, seperti membersihkan lingkungan dari genangan air, menggunakan kelambu saat tidur, memakai obat anti-nyamuk, dan memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pengendalian nyamuk dengan menebar ikan pemakan jentik, menggunakan larvasida, serta menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai dan lavender untuk menekan populasi vektor.
Dalam peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, pemerintah mengusung tema global “Driven to End Malaria: Now We Can, Now We Must” dan tema nasional “Akhiri Malaria: Kita Harus, Kita Bisa” sebagai bentuk dorongan percepatan eliminasi.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Eliminasi Malaria
Kemenkes menegaskan bahwa pengendalian malaria tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.
Pemerintah tetap menargetkan Indonesia bebas malaria pada 2030. Namun, pemerintah memfokuskan strategi di Papua melalui deteksi dini, pengobatan cepat, dan pengendalian vektor secara lebih intensif untuk mempercepat pencapaian target tersebut.
(eny)









