Bocah SD Cianjur Viral Bermain Ular King Koros

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caca, siswi SD asal Cianjur, terlihat santai bermain dengan ular King Koros peliharaannya yang tidak berbisa.

Caca, siswi SD asal Cianjur, terlihat santai bermain dengan ular King Koros peliharaannya yang tidak berbisa.

Cianjur, iNBrita.com – Dunia reptil biasanya identik dengan hobi pria atau orang dewasa. Namun, seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, justru menarik perhatian publik karena kedekatannya yang tidak biasa dengan ular King Koros.

Bocah perempuan bernama Meisa Arifa Kartiwa atau yang akrab disapa Caca ini viral di media sosial. Di usia 8 tahun, siswi kelas 2 SD tersebut menunjukkan keberanian luar biasa dengan menjadikan ular sebagai sahabatnya.

Hobi Tak Biasa Sejak Kecil

Caca tidak sekadar menyukai ular. Ia bahkan sering membawa ular peliharaannya ke dalam tas sekolah. Dalam video yang beredar, Caca terlihat santai memegang dan bermain dengan ular sepanjang 2 meter tanpa rasa takut.

Ular tersebut merupakan jenis King Koros (Ptyas carinata), spesies dari keluarga Colubridae yang hidup di Asia Tenggara. Meski berukuran besar, ular ini tidak berbisa, berbeda dengan King Kobra yang berbahaya.

“Sejak sebelum sekolah, saya sudah suka main ular. Yang di video namanya Zoro, jenis King Koros. Tapi di rumah masih banyak yang lain,” kata Caca, Senin (27/4/2026).

Peran Ayah dan Proses Penjinakan

Keberanian Caca tidak muncul begitu saja. Ayahnya, Jepi Kartiwa, sudah menjinakkan ular-ular tersebut terlebih dahulu. Karena itu, Caca merasa aman saat berinteraksi.

“Saya tidak takut karena ularnya sudah jinak. Bahkan saya bisa tidur bareng Zoro atau ular lainnya,” ujar Caca.

Baca Juga :  Afdal Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa Disungai Batang Merangin

Kecintaan Caca terhadap reptil berasal dari sang ayah. Jepi sering menangani ular hasil evakuasi, sehingga Caca terbiasa melihat dan akhirnya ikut merawat.

“Saya sering belajar penanganan ular bersama komunitas dan konten kreator. Di rumah ada koleksi ular hasil rescue. Ternyata anak saya ikut tertarik dan merawatnya,” jelas Jepi.

Sudah Berani Sejak Balita

Sejak kecil, Caca memang sudah berani menghadapi hewan ekstrem. Jepi bahkan menyebut putrinya pernah menangkap kalajengking dengan tangan kosong saat masih balita.

“Awalnya dia justru menangkap kalajengking, baru kemudian suka ular,” katanya.

Hubungan Caca dengan ular kesayangannya, Zoro, sangat kuat. Jepi pernah menyembunyikan ular tersebut, dan Caca langsung menangis hingga mogok makan.

“Saat pulang sekolah dan tidak melihat Zoro, dia menangis dan tidak mau makan sampai keesokan harinya,” ungkap Jepi.

Tetap Terapkan Aturan Keselamatan

Meski membiarkan anaknya bermain dengan reptil, Jepi tetap menerapkan aturan ketat. Ia hanya mengizinkan Caca berinteraksi dengan ular tidak berbisa atau yang memiliki bisa ringan.

“Saya terus mengedukasi mana ular berbahaya dan mana yang aman. Ular berbisa tidak boleh disentuh. Syukurnya anak saya cepat paham,” tegasnya.

Kini, Caca bercita-cita menjadi pawang ular profesional. Jepi mendukung impian tersebut, tetapi tetap menekankan pentingnya pengetahuan, bukan sekadar keberanian.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.000, Pasar Uji Ketahanan Ekonomi

Zoro sendiri mulai menjadi bagian hidup Caca sejak 2025. Bahkan, ular tersebut sering menemaninya tidur.

“Kadang dia tidur ditemani ularnya. Saya izinkan karena jenisnya tidak berbisa. Untuk ular berbisa, saya larang keras, bahkan untuk sekadar memegang,” jelas Jepi.

Kemampuan Menenangkan Ular

Kemampuan Caca dalam menenangkan ular juga membuat banyak orang kagum. Ular hasil evakuasi yang awalnya stres bisa menjadi tenang saat berada di tangannya.

“Pernah ada ular baru dievakuasi dari rumah warga. Saat Caca pegang, ular itu langsung tenang. Mungkin karena dia sudah terbiasa dan memahami karakter ular,” tambah Jepi.

Pesan dari Panji Petualang

Panji Petualang turut memberikan tanggapan. Ia mengapresiasi keberanian Caca, tetapi mengingatkan agar aksi tersebut tidak memicu fenomena FOMO pada anak-anak lain.

“Aksi Caca bisa memberi pesan positif agar manusia tidak memusuhi alam. Tapi perlu diingat, semua dilakukan dengan pengawasan orang tua yang paham,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Panji juga berharap masyarakat tidak langsung membunuh ular yang masuk ke permukiman.

“Kalau ada ular, jangan langsung dibunuh apalagi dikaitkan dengan hal mistis. Ini bisa jadi sarana edukasi bagi masyarakat,” tutupnya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Raharja Pastikan Hak Korban Tragedi Tol Pekanbaru-Dumai
Dua Pelajar Tewas Tenggelam Saat Liburan di Simalungun
Kecelakaan Maut Tol Permai Tewaskan Lima Warga Kerinci
Dedi Mulyadi Guyur Rp1 Miliar untuk Juara Persib Bandung
Pencuri Gasak Emas Saat Listrik Padam di Medan
RSUD Mayjen Thalib Hadirkan Layanan Prioritas Rawat Jalan
Satpam Medan Dibegal, Ditembak Peluru Masih Bersarang
Pria dari Jawa Pingsan Bawa Uang Mainan Rp230 Juta
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:00 WIB

Jasa Raharja Pastikan Hak Korban Tragedi Tol Pekanbaru-Dumai

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:00 WIB

Dua Pelajar Tewas Tenggelam Saat Liburan di Simalungun

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:00 WIB

Kecelakaan Maut Tol Permai Tewaskan Lima Warga Kerinci

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:00 WIB

Dedi Mulyadi Guyur Rp1 Miliar untuk Juara Persib Bandung

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00 WIB

Pencuri Gasak Emas Saat Listrik Padam di Medan

Berita Terbaru

Cara menanam bunga asoka hingga berbunga. Foto: Getty Images/iStockphoto/Bagir Alaydrus.

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Asoka Agar Cepat Berbunga Lebat

Kamis, 18 Jun 2026 - 00:00 WIB

Teheran, Iran. Kesepakatan damai dengan AS membuka peluang masuknya investasi swasta Rp5.000 triliun untuk rekonstruksi pascaperang. (Foto: Reuters)

Internasional

Fantastis, Iran Dapat Dana Rekonstruksi Rp5.000 Triliun

Rabu, 17 Jun 2026 - 21:00 WIB

Harga emas Antam hari ini naik tipis menjadi Rp2.733.000 per gram pada 17 Juni 2026.(Foto: Robert Lens/Pexels


Baca artikel detikfinance,

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Menguat Tipis Terbaru 2026

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:00 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan eksekusi pengosongan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK pada Kamis (18/6/2026). (Dok: PPKGBK)

Nasional

Hotel Sultan Dieksekusi Besok, PPKGBK Tutup Akses GBK

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.M., menghadiri Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Pawai Obor 1 Muharram

Selasa, 16 Jun 2026 - 19:00 WIB