Sungai Penuh, iNBrita.com – Perum Bulog Cabang Sungai Penuh–Kerinci mematangkan penyaluran bantuan pangan tahap II tahun 2026 di Kota Sungai Penuh. Untuk memastikan program tepat sasaran, Bulog menggelar sosialisasi bersama camat dan perwakilan perangkat desa se-Kota Sungai Penuh.
Dalam pertemuan itu, Bulog membahas teknis penyaluran , pemutakhiran data penerima, serta langkah antisipasi untuk menghadapi ketidaksesuaian data di lapangan.
Kepala Perum Bulog Cabang Sungai Penuh–Kerinci, Fahmi Hafiza Siregar, menjelaskan bahwa Bulog menyalurkan pangan tahap II selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapat bantuan 30 kilogram beras selama periode tersebut. Bulog mencatat sekitar 8.300 kepala keluarga di Kota Sungai Penuh menerima program bantuan pangan ini.
Bulog Perkuat Validasi Data Penerima
Fahmi menegaskan bahwa Bulog memprioritaskan ketepatan data dalam menyalurkan bantuan pangan. Karena itu, Bulog mengajak camat dan perangkat desa memeriksa data penerima di wilayah masing-masing.
Menurut Fahmi, pemerintah kecamatan dan desa dapat membantu Bulog mencegah kesalahan distribusi melalui koordinasi dan pemeriksaan data secara berkala. Langkah tersebut memastikan Bulog menyalurkan kepada keluarga yang memenuhi kriteria.
“Jika ada kesalahan penerima, kami akan menggantinya dengan data cadangan,” ujar Fahmi, Jumat, 14 Agustus 2026.
Untuk mengantisipasi kesalahan data, Bulog menyiapkan data cadangan berdasarkan kelompok desil satu hingga desil empat dari Kementerian Sosial. Bulog akan menggunakan data tersebut ketika petugas menemukan penerima yang tidak lagi memenuhi ketentuan.
Selain itu, Bulog meminta pemerintah kecamatan dan perangkat desa segera melaporkan perubahan atau ketidaksesuaian data penerima. Informasi tersebut membantu Bulog memperbarui data sekaligus menjaga ketepatan penyaluran.
Bulog Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Bulog terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar penyaluran bantuan pangan tahap II berjalan lancar. Camat dan perangkat desa juga ikut membantu memeriksa data sebelum bantuan sampai kepada masyarakat.
Program tersebut memberikan dukungan bagi keluarga penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan beras sehari-hari. Karena itu, Bulog mengajak seluruh pihak menjaga akurasi data dan memperlancar proses distribusi.
Dengan koordinasi yang kuat, Bulog optimistis bantuan pangan tahap II dapat menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.
(eny)









