WHO Investigasi Wabah Hantavirus di Kapal Atlantik

WHO Investigasi Wabah Hantavirus di Kapal Atlantik

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal pesiar MV Hondius menjadi pusat wabah hantavirus. WHO menyebut kapal dengan 149 penumpang dari 23 negara itu kini diisolasi dan sedang dalam penanganan serta proses evakuasi medis.

Kapal pesiar MV Hondius menjadi pusat wabah hantavirus. WHO menyebut kapal dengan 149 penumpang dari 23 negara itu kini diisolasi dan sedang dalam penanganan serta proses evakuasi medis.

Jakarta, iNBrita.comOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa wabah hantavirus muncul di kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik. Awalnya, kru dan otoritas kesehatan mendeteksi beberapa penumpang yang menunjukkan gejala mencurigakan. Seiring waktu, situasi berkembang lebih serius karena jumlah kasus terus bertambah. Akibatnya, sedikitnya tiga penumpang meninggal dunia, sementara beberapa lainnya menjalani perawatan intensif di fasilitas medis.

WHO mengumpulkan data dari pemeriksaan medis dan menyampaikan bahwa dari enam orang yang terinfeksi, satu kasus telah terkonfirmasi melalui uji laboratorium, sedangkan lima lainnya masih dalam kategori suspek. Selain itu, tim medis juga melaporkan bahwa tiga pasien telah meninggal dunia, dan satu pasien lain menerima perawatan intensif di Afrika Selatan.

Kronologi Kematian Penumpang

Kasus pertama terjadi pada seorang pria berusia 70 tahun yang mulai menunjukkan gejala selama perjalanan. Ia kemudian meninggal di atas kapal sebelum tim medis sempat mengevakuasinya. Setelah itu, kru kapal memindahkan jenazahnya ke Pulau Saint Helena. Selanjutnya, kasus kedua menimpa seorang wanita berusia 69 tahun yang merupakan istri dari korban pertama. Ia jatuh sakit di atas kapal, lalu tim medis mengevakuasinya ke Afrika Selatan, tetapi ia meninggal di rumah sakit Johannesburg. Kemudian, kasus ketiga terjadi pada seorang pria Inggris berusia 69 tahun yang juga tim medis evakuasi ke Johannesburg untuk perawatan lanjutan, namun ia tidak berhasil selamat.

Baca Juga :  Nunez Bikin Liverpool Terancam Kehilangan Rp229 Miliar

WHO menjelaskan bahwa hantavirus biasanya menyebar melalui hewan pengerat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti lingkungan tertutup kapal pesiar, virus ini dapat menyebar melalui kontak dekat antarindividu. Pejabat WHO, Dr Maria Van Kerkhove, menyatakan bahwa timnya menilai pasien pertama kemungkinan sudah membawa virus sebelum naik ke kapal. Dengan demikian, penularan kemungkinan terjadi di antara penumpang yang melakukan kontak erat selama perjalanan.

Situasi di Kapal dan Kesaksian Penumpang

Beberapa penumpang kemudian menceritakan kondisi di atas kapal. Seorang vlogger perjalanan asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, merekam pengalamannya dan menyatakan bahwa ia sempat merasa bingung dan khawatir. Namun, ia juga menyampaikan bahwa kru kapal terus memberikan makanan, perawatan, dan informasi kepada penumpang sehingga kondisi tetap terkendali.

Baca Juga :  Listrik Padam Emak-emak : "Nasi Tak Masak, Es Cair, Genset Bernyanyi!"

Sementara itu, penumpang lain, Kasem Hato, menyampaikan pandangan berbeda. Ia menilai bahwa sebagian besar penumpang tetap tenang dan mengikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan secara rutin. Ia juga menyebut bahwa hanya sebagian kecil penumpang yang terlihat panik.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, merespons kejadian ini dengan meningkatkan protokol keselamatan. Pihak perusahaan bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemeriksaan medis. Selain itu, mereka terus memberikan informasi kepada penumpang agar situasi tetap terkendali.

Hingga saat ini, kapal masih berada di laut karena proses evakuasi dan penanganan medis belum selesai. Para penumpang tetap menunggu kepastian jadwal perjalanan sambil mengikuti arahan kru kapal.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas
Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal
Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia
Spanyol Menang Telak 4-0 atas Arab Saudi
Harga Minyak Dunia Naik Usai Dialog AS-Iran Batal
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:00 WIB

Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal

Berita Terbaru

Wako Alfin saat mengikuti penanaman bawang putih serentak di Kayu Aro.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dukung Swasembada Bawang Putih Nasional

Rabu, 19 Agu 2026 - 18:00 WIB

Wawako Azhar Hamzah menerima penghargaan IRH 2026.

SUNGAI PENUH

Pemkot Sungai Penuh Raih Predikat Istimewa IRH 2026

Rabu, 19 Agu 2026 - 15:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa menyampaikan ucapan selamat kepada H. Nuzran Joher atas terpilihnya sebagai Ketua Ombudsman RI periode 2026–2031.

SUNGAI PENUH

DPRD Sungai Penuh Ucapkan Selamat kepada Nuzran Joher

Rabu, 19 Agu 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi guru PPPK yang menjalankan tugas dan mengabdi untuk pendidikan Indonesia.(Foto : Ilustrasi AI)

Nasional

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Ini Aturan Terbarunya

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:00 WIB

Hutri Randa menghadiri resepsi HUT ke-81 RI, Senin (17/08).

SUNGAI PENUH

Hutri Randa Hadiri Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:00 WIB