Teheran, iNBrita.com – Pemerintah Iran merencanakan perubahan fungsi area bekas kerusakan di sebuah universitas di Isfahan menjadi museum. Dengan langkah ini, pemerintah menjadikan lokasi tersebut sebagai ruang dokumentasi sejarah yang merekam dampak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Rektor Universitas Teknologi Isfahan, Zafarollah Kalantari, mengumumkan rencana tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak universitas tidak akan membangun kembali area terdampak secara langsung. Sebaliknya, mereka akan mempertahankan lokasi itu sebagai situs bersejarah di lingkungan kampus.
Kalantari menyatakan bahwa pihaknya melestarikan area yang rusak sebagai museum perang di universitas. Ia juga menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan agar masyarakat dapat menggunakan lokasi itu sebagai bukti sejarah tentang penindasan terhadap dunia ilmiah, sebagaimana dikutip AFP pada Minggu (3/5/2026).
Selain itu, pemerintah menyiapkan lahan baru untuk pembangunan gedung pengganti. Dengan demikian, pihak universitas membangun kembali fasilitas modern serta melengkapi kebutuhan akademik.
Sementara itu, tim teknis memperkirakan kerugian akibat kerusakan bangunan dan fasilitas kampus mencapai sekitar 11 juta dolar AS.
Sebelumnya, pada Maret lalu, serangan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel menghantam sejumlah fasilitas di Isfahan. Selain itu, otoritas Iran melaporkan bahwa lebih dari 30 universitas di berbagai
(eny)









