Guru Jambi Gagal Umrah Diduga Tertipu Travel Upro

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi karikatur menggambarkan jemaah umrah yang kecewa setelah gagal berangkat akibat dugaan penipuan travel umroh Upro, meski telah membayar biaya perjalanan.

Ilustrasi karikatur menggambarkan jemaah umrah yang kecewa setelah gagal berangkat akibat dugaan penipuan travel umroh Upro, meski telah membayar biaya perjalanan.

Jambi, iNBrita.comEndang (38), seorang guru di Jambi, tidak pernah menyangka niatnya beribadah umrah bersama keluarga justru berakhir kekecewaan. Ia menjadi salah satu dari ratusan jemaah yang diduga menjadi korban travel umrah Upro.

Awal Mula Kenal Travel dari WhatsApp

Endang pertama kali mengenal travel tersebut dari brosur yang beredar di grup WhatsApp.

“Saya awalnya melihat brosur yang dikirim teman ke grup WhatsApp,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Ia langsung tertarik karena travel tersebut menawarkan harga paket yang jauh lebih murah dibandingkan travel lain.

“Harganya lebih murah dari yang lain, jadi kami tertarik,” katanya.

Tertarik Harga Murah, Suami Datangi Manasik

Setelah melihat penawaran itu, suami Endang langsung mendatangi kegiatan manasik untuk mencari informasi lebih lanjut.

Endang kemudian mendaftar umrah sejak Agustus 2025. Pihak travel menjanjikan keberangkatan pada Februari 2026.

“Mereka memberi jadwal berangkat tanggal 14 Februari 2026,” ujarnya.

Untuk tiga anggota keluarganya, Endang sudah menyetor Rp116 juta. Ia juga menyiapkan seluruh kebutuhan perjalanan, mulai dari paspor, vaksin, hingga roaming internasional.

“Kami sudah menyiapkan semuanya,” katanya.

Percaya karena Direkomendasikan Teman

Awalnya, Endang sempat mencari informasi tambahan karena harga yang ditawarkan tergolong murah. Namun, ia akhirnya percaya karena temannya sendiri yang menawarkan.

Baca Juga :  Cara Ampuh Merangsang Kelengkeng Cepat Berbuah Lebat

“Saya sempat ragu, tapi karena teman sendiri yang menawarkan, saya jadi percaya,” ujarnya.

Jemaah Makin Yakin Jelang Keberangkatan

Menjelang keberangkatan, pihak travel membentuk grup bus dan menunjuk tour leader. Kondisi itu membuat para jemaah semakin yakin.

“Mereka sudah membagi bus satu, dua, dan tiga, serta menunjuk tour leader,” katanya.

Rombongan pun dijadwalkan berangkat dari Jambi menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri.

Keberangkatan Batal Mendadak

Sehari sebelum keberangkatan, pihak travel tiba-tiba mengabarkan bahwa visa jemaah belum selesai.

“Sehari sebelum berangkat, mereka bilang visa belum semuanya jadi,” ujarnya.

Padahal, visa milik Endang sudah terbit.

“Visa saya sudah keluar, jadi kami merasa aneh,” katanya.

Sejumlah jemaah dari daerah bahkan sudah tiba di Jambi. Sementara itu, jemaah dari luar daerah sudah menunggu di Jakarta.

“Jemaah dari kabupaten sudah standby di Jambi, bahkan ada yang dari Kalimantan sudah ke Jakarta,” ujarnya.

Endang sendiri sudah menyiapkan koper, dan keluarganya sudah siap mengantar ke bandara.

Baca Juga :  Monadi-Alfin Pererat Sinergi, Kerinci dan Sungai Penuh Menuju Era Baru

“Koper sudah siap, keluarga juga sudah siap mengantar,” katanya.

Cuti Kerja Sudah Disetujui

Sebagai guru di Kabupaten Muaro Jambi, Endang juga sudah mengajukan cuti selama 37 hari. Pihak sekolah telah menyetujui cuti tersebut.

“Saya sudah mengajukan cuti dan sudah disetujui,” ujarnya.

Jemaah Panik dan Datangi Travel

Ketika keberangkatan batal, para jemaah langsung merasa bingung dan panik. Mereka saling menghubungi lalu mendatangi perwakilan travel untuk meminta penjelasan.

“Kami datang untuk menanyakan kejelasan,” katanya.

Pihak travel sempat berjanji akan bertanggung jawab, tetapi hingga kini belum memberikan kepastian pengembalian uang.

“Mereka sempat berjanji, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya.

Kasus Masuk Ranah Hukum

Polisi kini menangani kasus tersebut. Penyidik juga telah meminta keterangan Endang sebagai saksi.

Pihak travel mengaku menjadi korban penipuan dari provider. Namun, Endang menilai jemaahlah yang sebenarnya dirugikan.

“Mereka bilang ditipu provider, tapi kami yang mengeluarkan uang,” katanya.

Harapan Jemaah: Uang Dikembalikan

Endang berharap pihak travel segera mengembalikan seluruh uang jemaah.

“Kami hanya ingin uang kami kembali karena kami tidak jadi berangkat,” ujarnya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jambi Didesak Tuntaskan Dugaan Penipuan Ekskavator
Jasa Raharja Pastikan Hak Korban Tragedi Tol Pekanbaru-Dumai
Dua Pelajar Tewas Tenggelam Saat Liburan di Simalungun
Kecelakaan Maut Tol Permai Tewaskan Lima Warga Kerinci
Dedi Mulyadi Guyur Rp1 Miliar untuk Juara Persib Bandung
Pencuri Gasak Emas Saat Listrik Padam di Medan
RSUD Mayjen Thalib Hadirkan Layanan Prioritas Rawat Jalan
Satpam Medan Dibegal, Ditembak Peluru Masih Bersarang
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:00 WIB

Polda Jambi Didesak Tuntaskan Dugaan Penipuan Ekskavator

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:00 WIB

Jasa Raharja Pastikan Hak Korban Tragedi Tol Pekanbaru-Dumai

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:00 WIB

Dua Pelajar Tewas Tenggelam Saat Liburan di Simalungun

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:00 WIB

Kecelakaan Maut Tol Permai Tewaskan Lima Warga Kerinci

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:00 WIB

Dedi Mulyadi Guyur Rp1 Miliar untuk Juara Persib Bandung

Berita Terbaru

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini

Senin, 24 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam di Pegadaian mencapai Rp2,782 juta per gram pada Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tertinggi

Senin, 24 Agu 2026 - 18:00 WIB

Dokter gigi menjelaskan cara menjaga gigi dan gusi dari karang gigi.

Kesehatan

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Senin, 24 Agu 2026 - 17:00 WIB

Foto: ANTARA FOTO/Angga Palguna/Kawasan hutan lindung Sungai Wain di Balikpapan, Kalimantan Timur

Internasional

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Senin, 24 Agu 2026 - 14:00 WIB

Bupati Monadi bersama warga membersihkan sungai di Siulak Mukai, Senin (24/8/2026).

KERINCI

Bupati Monadi Pimpin Aksi Bersih Sungai Siulak Mukai

Senin, 24 Agu 2026 - 13:00 WIB