Dolar AS Menguat Rupiah Tertekan Investor Waspadai Risiko

Ketidakpastian konflik AS-Iran dan penguatan data ekonomi Amerika Serikat mendorong dolar menguat sekaligus menekan pergerakan rupiah di pasar keuangan.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ( Foto Tribune wa.com)

Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ( Foto Tribune wa.com)

Jakarta. iNBrita.com  – Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan sejumlah tantangan ekonomi dalam negeri mendorong pelaku pasar menjauhi aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Pada perdagangan pagi, rupiah turun 54,5 poin atau sekitar 0,31 persen menjadi Rp17.859 per dolar AS. Sebagai perbandingan, sehari sebelumnya rupiah masih berada di level Rp17.805 per dolar AS.

Konflik AS-Iran Kembali Membayangi Pasar

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai konflik yang belum mereda antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi faktor utama yang menekan pergerakan rupiah. Ketidakpastian tersebut mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, terutama dolar AS.

Selain itu, penguatan indeks dolar AS yang mendekati level psikologis 100 turut memperbesar tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Di saat yang sama, pasar mulai mengantisipasi potensi kenaikan harga minyak dunia yang dapat memicu peningkatan inflasi global.

Karena itu, Rully memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Menurutnya, pelaku pasar masih menunggu kepastian terkait perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI

Faktor Domestik Ikut Menahan Penguatan Rupiah

Tidak hanya dipengaruhi sentimen eksternal, rupiah juga menghadapi tantangan dari dalam negeri. Investor masih mencermati kondisi fiskal pemerintah, arah kebijakan ekonomi, serta potensi kenaikan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

Berbagai faktor tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman. Akibatnya, ruang penguatan rupiah menjadi lebih terbatas meskipun terdapat peluang perbaikan sentimen di pasar global.

Ancaman Penutupan Selat Hormuz Jadi Sorotan

Sementara itu, analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut. Ia menyoroti keputusan Iran yang menghentikan perundingan damai dengan Amerika Serikat sebagai salah satu pemicu utama penguatan dolar AS.

Lebih lanjut, rencana Iran untuk menutup Selat Hormuz menjadi perhatian serius pasar internasional. Jalur pelayaran tersebut memiliki peran vital dalam distribusi minyak dunia sehingga setiap gangguan dapat memengaruhi pasokan energi global.

Baca Juga :  Pyo Seung -ju Rekan Megawati Hangestri di Red Sparks Putuskan Pensiun

Jika penutupan benar-benar terjadi, pasar memperkirakan pasokan minyak akan terganggu dan harga energi berpotensi melonjak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.

Data Ekonomi AS Perkuat Dolar

Di sisi lain, data manufaktur Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan pasar turut mendukung penguatan dolar AS. Kinerja sektor manufaktur yang solid menunjukkan aktivitas ekonomi AS masih cukup kuat di tengah berbagai tantangan global.

Sentimen positif tersebut membuat investor semakin percaya diri terhadap prospek dolar AS. Akibatnya, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, kembali meningkat.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Pada akhirnya, kombinasi ketidakpastian geopolitik, potensi lonjakan harga minyak dunia, dan kuatnya data ekonomi Amerika Serikat masih mendominasi sentimen pasar.

Oleh sebab itu, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Pelaku pasar pun diperkirakan akan terus memantau perkembangan geopolitik global sebagai faktor utama yang menentukan arah pergerakan mata uang.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi
Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta
Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya
OJK Ingatkan Warga Waspadai Hoaks Aplikasi Penghasil Uang
Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB