Rahasia Sukses Berhenti Merokok Jarang Diketahui

Dokter ungkap tahapan medis dan strategi mengatasi ketergantungan nikotin yang selama ini jarang dipahami perokok.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi dilarang merokok

Foto: Ilustrasi dilarang merokok

Mayoritas Perokok Ingin Berhenti, Namun Tingkat Keberhasilan Masih Rendah

Jakarta, iNBrita.com  – Banyak perokok aktif sebenarnya ingin berhenti merokok. Namun demikian, meskipun keinginan tersebut tinggi, Indonesia masih mencatat tingkat keberhasilan berhenti merokok yang sangat rendah, yaitu hanya sekitar 10 persen.

Selain itu, Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan bahwa sekitar 70 juta orang di Indonesia masih aktif merokok. Bahkan, data tersebut juga mencatat bahwa 7,4% perokok berasal dari kelompok anak dan remaja usia 10–18 tahun. Di sisi lain, rata-rata perokok menghabiskan sekitar 12 batang rokok per hari, sementara penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja terus meningkat.

Lebih lanjut, Direktur Utama RSUP Persahabatan sekaligus Penasehat PDPI, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K)., MHPM., FISR., FAPSR., menegaskan bahwa ketergantungan nikotin dan gejala putus zat (withdrawal) menjadi hambatan utama bagi perokok yang ingin berhenti.

“Studi menunjukkan bahwa banyak orang ingin berhenti merokok, tetapi pada praktiknya 9 dari 10 orang gagal,” ujar Prof. Agus dalam Kampanye #SehatTanpaRokok 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :  Pramono Anung Ingatkan Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan

Dengan demikian, para ahli menilai bahwa proses berhenti merokok membutuhkan pendekatan medis dan psikologis yang terstruktur dan berkelanjutan.Tahapan Berhenti Merokok Secara Medis

Tahapan Berhenti Merokok Secara Medis

Secara medis, perokok tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok secara instan. Oleh karena itu, para ahli membagi proses ini ke dalam beberapa fase psikologis dan klinis yang saling berurutan.

1. Pra-Kontemplasi

Pada tahap ini, perokok belum memiliki niat untuk berhenti dan masih mengabaikan dampak buruk rokok terhadap kesehatan.

2. Kontemplasi

Pada fase ini, perokok mulai menyadari dampak negatif rokok terhadap kesehatan, ekonomi, dan keluarga. Namun demikian, mereka masih ragu dan belum mengambil keputusan untuk berhenti.

3. Persiapan

Pada tahap ini, perokok mulai menyusun rencana berhenti dan menetapkan tanggal berhenti merokok. Selain itu, mereka juga mulai berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengukur tingkat ketergantungan nikotin.

Baca Juga :  6 Buah Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal Anda

4. Fase Aksi (1–2 Bulan Pertama)

Pada fase ini, perokok benar-benar menghentikan konsumsi rokok secara total. Tubuh kemudian merespons kehilangan nikotin dan memunculkan gejala putus zat.

Akibatnya, perokok mengalami gejala seperti gelisah, pusing, sulit konsentrasi, dan emosi yang tidak stabil. Oleh karena itu, tenaga medis mendampingi pasien secara rutin untuk membantu proses adaptasi.

Selain itu, dokter memberikan konseling, terapi perilaku, hingga terapi substitusi nikotin untuk mengurangi gejala withdrawal. Dengan demikian, pasien dapat melewati fase kritis ini dengan lebih baik.

5. Fase Pemeliharaan (Maintenance)

Setelah melewati dua bulan pertama, pasien memasuki fase pemeliharaan. Pada tahap ini, pasien mempertahankan status bebas rokok yang telah dicapai.

Namun demikian, risiko kambuh tetap muncul, terutama ketika pasien menghadapi stres atau lingkungan sosial yang memicu keinginan merokok. Oleh karena itu, pasien tetap membutuhkan dukungan jangka panjang agar tidak kembali merokok.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyakit Miom dan Kista Gejala serta Cara Mengobati
Waspada Makanan Sehari Hari Bisa Rusak Fungsi Otak
Program Cek Gratis Nasional Dorong Skrining Kanker Usus
Waspada Lupus Penyakit Seribu Wajah yang Mematikan
WHO Darurat Ebola, Indonesia Perketat Pengawasan Nasional
Cara Alami Turunkan Kolesterol dengan Pola Hidup Sehat
Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Stroke dan Penyakit Kronis
Suplemen Vitamin D Terbaik untuk Imunitas Tubuh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:00 WIB

Rahasia Sukses Berhenti Merokok Jarang Diketahui

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:00 WIB

Penyakit Miom dan Kista Gejala serta Cara Mengobati

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:00 WIB

Waspada Makanan Sehari Hari Bisa Rusak Fungsi Otak

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:00 WIB

Program Cek Gratis Nasional Dorong Skrining Kanker Usus

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Waspada Lupus Penyakit Seribu Wajah yang Mematikan

Berita Terbaru

Geely Xingyuan (EX2), mobil listrik kompak dengan harga terjangkau dan teknologi fast charging 19 menit.(Foto: Dok. Geely)

Teknologi

Geely Xingyuan EX2 Mobil Listrik Fast Charging ADAS

Rabu, 3 Jun 2026 - 20:00 WIB

Foto: Ilustrasi dilarang merokok

Kesehatan

Rahasia Sukses Berhenti Merokok Jarang Diketahui

Rabu, 3 Jun 2026 - 19:00 WIB

DPC Gerindra Sungai Penuh mendukung langkah Presiden Prabowo mengevaluasi BGN untuk memperkuat MBG.

SUNGAI PENUH

Gerindra Sungai Penuh Dukung Presiden Prabowo Evaluasi BGN

Rabu, 3 Jun 2026 - 18:00 WIB

Wali Kota Alfin memberi arahan kepada CPNS dalam kegiatan Latsar di Kota Sungai Penuh, Senin (2/6/2026).

SUNGAI PENUH

Walikota Alfin Tekankan ASN Inovatif di Era Transformasi Digital

Rabu, 3 Jun 2026 - 17:00 WIB

Hero Patria, SE, Ketua DPC Gerindra Kota Sungai Penuh, menyampaikan dukungan terhadap penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN), di Sungai Penuh, Rabu (3/6/2026).

SUNGAI PENUH

DPC Gerindra Sungai Penuh Dukung Penguatan Tata Kelola MBG

Rabu, 3 Jun 2026 - 16:00 WIB