Dolar AS Naik, Nasib Tarif Listrik Jadi Sorotan

ESDM terus mengevaluasi berbagai indikator ekonomi, namun pemerintah belum memutuskan kenaikan tarif listrik meski dolar AS menembus level Rp18.000 per US$.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gardu Induk 150 kV Margakarya di KIIC, Karawang, yang mendukung pasokan listrik untuk pusat data Microsoft. (Dok. PLN)

Foto: Gardu Induk 150 kV Margakarya di KIIC, Karawang, yang mendukung pasokan listrik untuk pusat data Microsoft. (Dok. PLN)

Jakarta, iNBrita.com  – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengevaluasi berbagai indikator ekonomi yang menjadi dasar penetapan tarif listrik. Hingga Jumat (5/6/2026), kurs dolar AS menguat hingga menyentuh kisaran Rp18.000 per US$.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa pemerintah belum memutuskan penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan. Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan kondisi ekonomi nasional maupun global secara berkala.

Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu komponen dalam mekanisme tariff adjustment PT PLN (Persero). Selain kurs, pemerintah juga mempertimbangkan tingkat inflasi, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), serta harga batu bara dalam menentukan kebijakan tarif listrik.

“Evaluasi terhadap seluruh parameter tersebut tentu terus kami lakukan. Namun, apakah nantinya tarif listrik akan naik atau tidak, sampai saat ini kami belum mengambil keputusan,” ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga :  Tarif Listrik PLN April 2026 Tetap Tidak Naik

Di sisi lain, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung. Karena itu, pemerintah mempertimbangkan dampak setiap kebijakan energi terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan.

Tri menegaskan bahwa pemerintah ingin melindungi masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi kenaikan biaya energi. “Untuk masyarakat yang kurang mampu dan kelompok yang membutuhkan perlindungan, tentu kami berharap mereka tidak terbebani oleh kenaikan tarif,” katanya.

Selain itu, Tri menekankan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan satu indikator dalam menentukan tarif listrik. Sebaliknya, pemerintah menilai seluruh faktor ekonomi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

Dengan demikian, pemerintah masih mempertahankan tarif listrik yang berlaku saat ini. Pada saat yang sama, pemerintah terus menjalankan evaluasi untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sektor energi dan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik.

“Evaluasi itu terus kami lakukan,” pungkas Tri.

Tarif Listrik Pelanggan Non-Subsidi Triwulan II 2026

Adapun, tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi pada Triwulan II 2026 adalah sebagai berikut:

  1. R-1/TR daya 900 VA: Rp1.352 per kWh.
  2. R-1/TR daya 1.300 VA: Rp1.445 per kWh.
  3. R-1/TR daya 2.200 VA: Rp1.445 per kWh.
  4. R-2/TR daya 3.500–5.500 VA: Rp1.700 per kWh.
  5. R-3/TR daya 6.600 VA ke atas: Rp1.700 per kWh.
  6. B-2/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp1.445 per kWh.
  7. B-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.122 per kWh.
  8. I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.122 per kWh.
  9. I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas: Rp997 per kWh.
  10. P-1/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp1.700 per kWh.
  11. P-2/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.533 per kWh.
  12. P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp1.700 per kWh.
  13. L/TR, TM, dan TT: Rp1.645 per kWh.
Baca Juga :  Ekspor Burung Hias Indonesia Terganggu Konflik Iran AS

Oleh karena itu, meskipun nilai tukar rupiah terus tertekan oleh penguatan dolar AS, pemerintah belum menaikkan tarif listrik. Pemerintah masih mengkaji seluruh indikator ekonomi sebelum menentukan kebijakan lebih lanjut.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp31.000 Per Gram
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Rp17.631 Hari Ini
Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi
Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta
Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:00 WIB

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Rp17.631 Hari Ini

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta

Berita Terbaru

Tabungan Emas di myBCA memudahkan pengguna membeli, menjual, dan memantau transaksi emas secara digital.(Foto IKlustrasi : pichsakul/Depositphotos)

Ekonomi

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula

Jumat, 4 Sep 2026 - 22:00 WIB

Filter udara BMC untuk berbagai jenis sepeda motor dipasarkan di Indonesia.(Foto : Dok. BMC)

Teknologi

Filter Udara BMC untuk Moge, Harga Mulai Rp 1,8 Juta

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi proses balik nama kendaraan bekas di Samsat.(Foto : Garda Oto doc.)

Teknologi

Balik Nama Kendaraan Bekas Gratis, Ini Biaya Lengkapnya

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:00 WIB

Ilustrasi iPhone 17 dan bocoran iPhone 18 yang akan diperkenalkan Apple dalam Apple Event September 2026.(Foto : KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto)

Teknologi

Harga iPhone 17 Terbaru, Bocoran iPhone 18

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:00 WIB

Daihatsu Rocky Hybrid dipasarkan dengan harga sekitar Rp289,5 juta di Batam.(Foto: Luthfi Anshori/detikOto)

Teknologi

Harga Daihatsu Rocky Hybrid Batam Lebih Murah Rp10 Juta

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:00 WIB