Rupiah Tertekan, BI Ambil Langkah Stabilitas Cepat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS/Foto: Andhika Prasetia

Dolar AS/Foto: Andhika Prasetia

Jakarta, iNBrita.com  – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang hampir mencapai Rp 17.000 per dolar.

Menurut Perry, rupiah melemah karena investor asing menarik modal akibat ketidakpastian pasar global. Selain itu, perbankan dan korporasi domestik meningkatkan permintaan valas seiring aktivitas ekonomi yang berjalan.

“Faktor-faktor ini memengaruhi pergerakan rupiah di pasar,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/1/2026).

Data Bank Indonesia menunjukkan, pada 20 Januari 2026, rupiah berada di Rp 16.945 per dolar AS. Nilainya melemah 1,53% dibanding akhir Desember 2025. Untuk menahan gejolak, BI aktif melakukan langkah stabilisasi.

BI melakukan intervensi di pasar non-delivery forward (NDF) di dalam dan luar negeri serta di pasar spot domestik. Strategi ini menekan volatilitas rupiah sekaligus mendukung target inflasi 2,5% plus minus 1% sepanjang 2026.

Perry optimistis rupiah akan stabil bahkan berpotensi menguat ke depan. Imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan pertumbuhan ekonomi yang positif mendorong prospek ini.

“Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi terukur di pasar NDF, DNDF, dan spot serta memperkuat operasi moneter pro-pasar,” tambahnya.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia
Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya
BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta
Sumbar Raih Penghargaan Nasional Legislasi Daerah 2026
Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam
Polda Bali Tangkap Tujuh Pria Terkait Penyelewengan BBM Subsidi
BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumbar Raih Penghargaan Nasional Legislasi Daerah 2026

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB