Jakarta, iNBrita.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi maupun LPG subsidi hingga akhir tahun 2026.
Bahlil menyampaikan kepastian tersebut saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, pemerintah sengaja mempertahankan harga energi bersubsidi untuk melindungi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah menolak berbagai usulan kenaikan harga energi bersubsidi dan memilih melanjutkan kebijakan subsidi.
Selain itu, ia menyebut kebijakan tersebut mengikuti arahan Presiden yang meminta seluruh jajaran pemerintah berpihak kepada masyarakat. Dengan langkah itu, pemerintah berharap masyarakat tetap memperoleh akses energi dengan harga yang terjangkau.
Bahlil Ungkap Praktik Transfer Pricing
Di sisi lain, Bahlil mengungkap temuan terkait praktik transfer pricing dan under invoicing dalam aktivitas ekspor sumber daya alam. Menurutnya, sejumlah pelaku usaha masih menjalankan pola transaksi yang berpotensi mengurangi penerimaan negara.
Selama memimpin Kementerian ESDM, Bahlil mengaku menemukan praktik penjualan komoditas kepada perusahaan afiliasi di luar negeri dengan harga yang jauh di bawah nilai pasar. Setelah itu, perusahaan afiliasi kembali menjual komoditas tersebut ke negara tujuan dengan harga yang lebih tinggi.
Akibat praktik tersebut, negara hanya menghitung pajak berdasarkan nilai transaksi yang lebih rendah. Pada akhirnya, negara kehilangan sebagian potensi penerimaan yang seharusnya bisa masuk ke kas negara.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat tata kelola perdagangan komoditas melalui kebijakan ekspor satu pintu. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin meningkatkan transparansi sekaligus menutup celah penyimpangan dalam transaksi ekspor.
Dorong Kandidat Ketum Kosgoro Jaga Persatuan
Sementara itu, Bahlil juga mengingatkan peserta Mubes V Kosgoro 1957 agar menjaga persatuan organisasi selama proses pemilihan ketua umum periode 2026–2031.
Dalam pemilihan tersebut, Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar akan bersaing memperebutkan kursi ketua umum.
Meski kedua kandidat akan bertarung dalam kontestasi organisasi, Bahlil meminta mereka tetap mengedepankan kebersamaan. Menurutnya, setiap kader harus menjadikan kompetisi sebagai sarana memilih pemimpin terbaik, bukan sebagai pemicu perpecahan.
Lebih jauh, Bahlil menilai Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar sama-sama memiliki kapasitas dan rekam jejak yang baik di Kosgoro. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh peserta Mubes menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa.
Pada akhirnya, Bahlil menegaskan bahwa organisasi hanya bisa mencapai tujuan besar jika seluruh anggotanya menjaga kekompakan, membangun kolaborasi, dan memperkuat kerja sama. Dengan semangat tersebut, ia berharap Mubes Kosgoro tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat soliditas organisasi untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
(eny)









